JawaPos.com - Seorang pelajar berusia 19 tahun bernama Faturrohman menjadi korban penganiayaan oleh kelompok orang tidak dikenal (OTK) saat pembubaran massa demonstrasi di kawasan Pejompongan Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (27/8).
Ia pun mengalami luka lebam pada bagian mata, wajah dan kepala akibat pemukulan benda tumpul.
Menurut keterangan saksi mata di lokasi, Arif, peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba saat ia sedang berada di pemukiman bersama korban. Sejumlah orang bersenjata kayu mendadak masuk ke area pemukiman warga.
"Jadi malam itu saya lagi duduk-duduk sama Fatur. Saya lagi ngopi tau-tau massa pada masuk. Ya saya kaget. Saya lihat mereka pada bawa balok, ya saya kabur menyelamatkan diri," ujar Arif, Kamis (28/8).
Baca Juga: Sebanyak 2.800 Mahasiswa Baru Unika Atma Jaya Bersiap Menjadi Future Leaders
Arif menambahkan, aparat kepolisian yang berada di lokasi tidak masuk ke dalam pemukiman karena mengetahui area tersebut merupakan pemukiman warga. Ia menduga kelompok yang masuk merupakan elemen massa ormas.
Kronologi Penganiayaan Menurut Guru Korban
Guru Faturrohman, Fahmi, mengonfirmasi bahwa anak didiknya yang duduk di kelas 12 tersebut sempat merespons pesan singkat dari wali kelas terkait arahan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada pukul 22.01 WIB, sebelum insiden penganiayaan terjadi sekitar pukul 23.00 WIB.
"Sekitar jam 23.00 WIB saya chatting dia ceklis satu. Tadi saya tanya mamanya, HP-nya juga hilang. Pokoknya sama orang yang tidak dikenal ditarik, diseret, ditendang, diinjak," kata Fahmi, Jumat (28/8).
Fahmi menjelaskan, Faturrohman merupakan seorang qori dan hafiz Qur'an yang kerap menjuarai perlombaan keagamaan.
"Dia itu hafiz Quran dan suka menang jadi tidak suka ikut kerusuhan," katanya.
Selain Faturrohman, seorang warga setempat bernama Bambang juga menjadi korban penyerangan dalam peristiwa tersebut dan dilaporkan meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke Rumah Sakit Kramat Jati Polri.