JawaPos.com - Sebanyak 21 rute Transjakarta dihentikan, dialihkan, hingga dipendekkan operasinya pada Kamis (27/8) malam imbas penutupan jalan dan kericuhan aksi demonstrasi di area Gedung DPR/MPR, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Langkah ini diambil PT Transportasi Jakarta untuk menjamin keselamatan pengguna jasa di tengah dinamika lapangan yang memanas.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, mengonfirmasi penyesuaian layanan tersebut secara resmi pada pukul 19.30 WIB.
"Sehubungan dengan dinamika kondisi di lapangan, kami menginformasikan bahwa malam ini terdapat 21 rute terdampak saat aksi penyampaian pendapat dan penutupan jalan di area DPR/MPR serta Tanah Abang," ujar Ayu, Kamis (27/8).
Baca Juga: Jalur KRL Terganggu Kerumunan Warga, KAI Commuter Rekayasa Rute Green Line
Daftar Rute Transjakarta yang Stop Operasi dan Dialihkan
Penyesuaian skala besar ini didominasi oleh penghentian operasional penuh pada 13 rute Transjakarta.
Layanan Mikrotrans dan Integrasi yang disetop meliputi JAK.11, JAK.12, JAK.14, JAK.54, 8C, dan 8N.
Sementara koridor BRT dan Integrasi Utama yang tidak beroperasi mencakup rute 1B (St. Palmerah - Tosari), 1F, 3F, serta 10H.
Selain langkah penghentian penuh, 8 rute mengalami pengalihan jalur penumpukan.
Armada Transjabodetabek rute SH2 dialihkan melewati jalur tol untuk memintas kawasan DPR/MPR–Slipi, disusul penyesuaian pada rute T11, T31, S01, dan P11.
Baca Juga: Polisi Bubarkan Massa Aksi Depan DPR dengan Water Cannon
Jalur BRT serta Integrasi 9, 9A, dan JAK.102 juga dialihkan melingkupi kawasan Gerbang Pemuda, Kota Bambu, hingga Jalan Hj. Nawi.
Adapun rute 8E (Kebayoran Lama - Jelambar) menjadi satu-satunya jalur yang dipendekkan.
Armada hanya melayani perjalanan hingga Kebayoran - Asia Afrika tanpa melintasi halte MPR 1, MPR 2, dan Petamburan.
"Kami mengimbau pelanggan untuk terus memperbarui informasi layanan melalui aplikasi TJ:Transjakarta dan sosial media Transjakarta," imbau Ayu.
Pembubaran Massa di Depan Gedung DPR/MPR RI
Gangguan mobilitas publik ini terjadi menyusul tindakan tegas aparat kepolisian yang memukul mundur massa aksi di depan Gedung DPR/MPR RI sekitar pukul 19.00 WIB.
Baca Juga: Demo di DPR Memanas Lagi: Mahasiswa Coba Jebol Pagar dan Bakar Ban
Langkah pembubaran paksa dilakukan setelah area Senayan mulai terlihat tidak kondusif.
Massa yang didominasi kelompok remaja menolak membubarkan diri meski aliansi mahasiswa telah membubarkan diri secara tertib sejak pukul 18.00 WIB.
Kelompok massa yang bertahan juga melakukan pelemparan batu ke area dalam gedung serta membakar sejumlah barang.
Petugas kemudian menyiagakan armada water cannon untuk memadamkan api dan memecah konsentrasi massa.
Polisi lantas membuka gerbang utama Gedung DPR RI untuk menyisir area luar parlemen.
Baca Juga: Ketahuan Bawa Golok dan Kunci Ring, Pria Tak Dikenal Diamuk Massa Saat Demo AMPB di DPR
Kelompok massa terbelah dan melarikan diri ke arah kawasan GBK Senayan serta Slipi, setelah sebelumnya sempat merobohkan tenda penjagaan aparat dan melakukan vandalisme di tembok Tol DPR/MPR.
Kondisi di depan DPR RI dipastikan kembali steril dan kondusif pada pukul 19.11 WIB.