JawaPos.com - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan penyesuaian operasional pada 11 rute perjalanan imbas adanya aksi unjuk rasa oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan Gedung MPR/DPR RI, Kamis (27/8).
Langkah ini diambil merespons penutupan sejumlah ruas jalan di sekitar titik lokasi demonstrasi oleh pihak kepolisian.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pelanggan akibat penyesuaian tersebut.
Baca Juga: Pakai Logo Baru Singa, Hanura Yakin Kader Lebih Semangat Menangkan Pemilu 2029
"Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Pelanggan diimbau untuk menyesuaikan rute perjalanan melalui aplikasi TJ: Transjakarta. Pantau terus kanal media sosial resmi Transjakarta untuk mendapatkan pembaruan informasi real-time secara berkala," ujar Ayu, Kamis (27/8).
Daftar Rute Transjakarta yang Mengalami Penyesuaian
Penyesuaian operasional ini mencakup pengalihan rute, penghentian sementara, hingga perpendekan lintasan pada beberapa koridor utama dan rute integrasi.
Rute Mengalami Pengalihan:
Baca Juga: Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete di Kualifikasi Liga Europa 2026/2027: Kans Lolos O Ómilos!
(Halte yang tidak dilayani: Gerbang Pemuda dan Petamburan)
- 3F: Kalideres – Gelora Bung Karno
- 9: Pinang Ranti – Pluit
- 9A: PGC 1 – Latumenten
- 10H: Bundaran Senayan – Tj Priok
- 1W: Blok M – Ancol
- S31: Alam Sutera – Blok M
- T31: PIK 2 – Blok M
- SH2: Blok M – Bandara Soekarno Hatta
Rute Mengalami Perpendekan Lintasan:
Baca Juga: Prediksi Skor Aarhus vs Benfica di Kualifikasi Liga Europa 2026/2027: As Águias Curi 3 Poin Tandang!
- 8N (Kebayoran – Petamburan via Asia Afrika): Tidak melayani Bus Stop MPR 1, Bus Stop MPR 2, dan Petamburan.
Rute Dihentikan Sementara:
- 1B: Stasiun Palmerah – Tosari
- 1F: Stasiun Palmerah – Bundaran Senayan
Ribuan Massa AMPB Gelar Aksi di DPR
Demonstrasi yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB ini diperkirakan dihadiri oleh ribuan massa gabungan dari AMPB dan aliansi masyarakat sipil. Aksi tersebut membawa dua tuntutan utama, yaitu pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset dan penerapan hukuman mati bagi pelaku tindak pidana korupsi.
Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok, menampik tuduhan bahwa aksi pergerakan warga dari daerah ini didorong oleh kepentingan kelompok politik tertentu.
"Kita fokus pada dua tuntutan itu. Tidak ada lengserkan Prabowo-Gibran, tidak ada. Kita mendukung pemerintahan Prabowo agar lebih baik," tegas Botok.
Baca Juga: Tinggalkan Vindes Corp, Desta: Melalui Banyak Pertimbangan
Ia juga menambahkan bahwa aksi ini bergerak secara mandiri tanpa afiliasi dengan kelompok penguasa mana pun. "Kita tidak kenal geng Solo, kita enggak kenal geng penguasa. Ini adalah murni gerakan rakyat, rakyat biasa yang berasal dari kampung," lanjutnya.
Dishub DKI Siagakan 120 Personel di Titik Rawan
Untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan di sekitar kawasan Senayan dan Palmerah, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menerjunkan 120 petugas di lapangan. Petugas dikerahkan secara bertahap dalam dua shift (07.00–13.00 WIB dan 13.00–19.00 WIB) yang difokuskan pada pengamanan Zona 3.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengimbau para pengguna jalan untuk merencanakan rute perjalanan alternatif guna menghindari potensi kemacetan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi perjalanan, khususnya yang akan melintasi kawasan terdampak aksi. Rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi dan pergerakan massa di lapangan," jelas Budi.