JawaPos.com - Konten kreator asal Indramayu, Arun Alif, 38, mencuri perhatian saat menyambangi gedung DPR RI jelang aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) pada Kamis (27/8). Pemilik akun TikTok dengan 251 ribu pengikut ini tampil percaya diri mengenakan kaos hitam berbunyi sindiran tajam kepada para pejabat negara.
"Kenapa gue nggak ngelawak lagi? Karena tugas gue diambil sama pejabat," demikian tulisan di kaos yang dikenakan Arun di depan gedung DPR RI, Rabu (26/8).
Arun mengungkapkan alasan dirinya tidak lagi membuat konten bertema komedi. Kini, ia mengalihkan konten hiburan ke isu politik lantaran telah "kalah saing" dengan "kelucuan" para pejabat di Indonesia.
"Jadi, saya kontennya ngelawak, menghibur. Karena lawakan saya kalah (lucu) sama para pejabat ini. Jadi saya berubah ke politik. Percuma saya ngelawak, lebih lucu para pejabat," ujar Arun.
Perjalanan Rombongan Sepeda Motor
Demi menyampaikan aspirasinya, Arun bersama rombongannya menempuh perjalanan jauh dari Indramayu. Mereka tiba di Jakarta sejak Rabu malam sekitar pukul 24.00 WIB dengan mengandalkan dana pribadi dari hasil pendapatan konten digitalnya.
Pengalaman tak menyenangkan sempat dialami rombongan saat tiba di area DPR RI. Arun mengaku sempat diusir oleh petugas keamanan setempat.
"Nyampe di sini diusir. Katanya biar bersih kayak gitu, aman. Terus lampunya dimatiin juga, gelap, jadi kayak angker banget," ungkapnya.
Kendati demikian, Arun mengapresiasi dukungan dari warga lokal yang bersedia menawarkan tempat beralamat sementara. Ia menegaskan bakal bertahan menginap hingga agenda unjuk rasa berlangsung besok hari.
"Tujuan saya yaitu untuk (pengesahan RUU) perampasan aset dan hukum mati koruptor. Harapannya harus disahkan hukum mati, itu wajib biar kapok," tegasnya.
Arun juga menyebut ada sekitar enam armada mobil rombongan lain dari Indramayu yang menyusul untuk bergabung dalam aksi menyuarakan aspirasi masyarakat di DPR RI, Kamis (27/8).