JawaPos.com - Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mendatangi Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Jumat (21/8).
Tokoh aktivis AMPB, Supriyono atau yang akrab disapa Mas Botok, tampil mencolok dengan mengenakan kaos bergambar Burung Garuda yang sedang sakit.
Gambar tersebut dibalut tulisan, "Aku Terno Suntik, Awakku Loro Kabeh". Yang artinya, antarkan aku suntik, tubuhku sakit semua.
Menurut dia, gambar tersebut merupakan simbol kondisi bangsa yang sedang tidak baik-baik saja akibat maraknya praktik korupsi.
Baca Juga: Tiba di Gedung DPR, Warga Pati Buka Posko Menjelang Aksi 27 Agustus
"Ini menggambarkan kondisi bangsa Indonesia saat ini yang sedang tidak baik-baik saja," kata Botok di depan DPR RI, Jumat (21/8).
Selain dipakai sendiri, kaos tersebut juga dijual secara mandiri sebanyak 95 pcs dengan harga Rp 100.000 per baju.
Botok menjelaskan bahwa hasil penjualan kaos digunakan penuh untuk mendukung operasional dan kebutuhan para aktivis selama menyuarakan aspirasi.
"Keuntungannya nanti bisa buat teman-teman beli rokok, beli makan," lanjutnya.
Dua Tuntutan Utama untuk Pemerintah dan DPR
Sebelumnya, kedatangan massa dari Jawa Tengah ini hendak menuntut pemerintah untuk segera mengesahkan RUU Perampasan Aset Koruptor dan Hukuman Mati untuk Koruptor.
Baca Juga: Saksi Ungkap Tarif Perangkat Desa di Pati Bukan Perintah Sudewo, tapi Kesepakatan Kades
Aspirasi ini akan disampaikan dalam aksi demonstrasi besar pada 27 Agustus mendatang.
Mereka pun membangun posko di depan DPR, sebagai titik penerimaan donasi masyarakat sekaligus ruang konsolidasi bagi perwakilan massa dari berbagai daerah di Indonesia.
Massa dari Pati berencana bertahan di lokasi tersebut hingga Puncak Aksi pada 27 Agustus.
Ia menegaskan, kedatangan massa ke Jakarta murni untuk mengawal aspirasi publik secara damai tanpa niat membuat kerusuhan.
"Tuntutan kami hanya dua: Bapak Presiden, pemerintah, DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset Koruptor dan Hukuman Mati Koruptor. Karena kondisi bangsa ini lagi tidak baik-baik saja, ini semua karena korupsi," tegas Botok.
Baca Juga: Daftar 8 Camat di Pati yang Diperiksa sebagai Saksi Kasus Korupsi Bupati Nonaktif Sudewa
Ia menambahkan, korupsi merupakan penjajah nyata yang merusak masa depan bangsa serta menciptakan ketimpangan sosial dan menderita bagi rakyat Indonesia.