JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan duka cita mendalam sekaligus menginstruksikan penataan ulang aktivitas pedagang di Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Langkah tegas ini diambil usai insiden kecelakaan maut yang menewaskan pengendara sepeda motor berinisial HH, 18, akibat jalanan licin basah oleh sisa air pedagang ikan pada Senin (17/8) pagi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menuturkan, ceceran air dari aktivitas pedagang ikan tidak boleh lagi membasahi dan membahayakan badan jalan.
"Innalillahi wa innailaihi rajiun. Saya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhum Hammamshidqi Hammamut. Kami mendapat laporan bahwa kecelakaan terjadi setelah jalan di Jl. Raya Bogor, Kramat Jati, menjadi licin akibat air bekas aktivitas pedagang ikan," kata Pramono di Jakarta Timur, Selasa (18/8).
Pramono menginstruksikan jajaran Pemerintah Kota Jakarta Timur untuk segera menertibkan area tersebut demi menjamin keselamatan para pengguna jalan.
"Saya sudah menginstruksikan jajaran Wali Kota Jakarta Timur untuk segera melakukan penataan dan pencegahan agar aktivitas pedagang ikan tidak mengganggu badan jalan. Satpol PP dan Dinas Perhubungan juga harus bekerja sama menjaga ketertiban dan keselamatan di lokasi," tegasnya.
Pramono menekankan bahwa potensi bahaya di jalan raya harus diantisipasi sejak dini agar kejadian serupa tidak terulang kembali di wilayah DKI Jakarta.
Kronologi Kejadian
Kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi tepat di depan rumah makan kawasan Pasar Induk Kramat Jati. Korban yang mengendarai sepeda motor Honda Beat bernomor polisi B 3122 SDL tergelincir saat melaju di lokasi kejadian.
Kanit Gakkum Satlantas Wilayah Jakarta Timur, AKP Darwis Yunarta, mengonfirmasi bahwa kondisi permukaan jalan yang licin membuat korban tidak mampu mengendalikan kendaraannya hingga terjatuh ke sisi kanan.
"Korban yang terjatuh ke sebelah kanan langsung disambar dump truck B 9728 TOQ dengan pengemudi AS," ujar AKP Darwis Yunarta, Selasa (18/8).
Roda kiri truk pengangkut sampah milik Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Timur tersebut melindas bagian kepala korban. Insiden tersebut mengakibatkan pelajar MAN 6 Jakarta warga Cawang itu meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).
Warga sekitar yang menyaksikan kejadian sempat histeris dan langsung menutupi jenazah korban menggunakan kardus sebelum petugas tiba. Tak lama berselang, armada ambulans datang untuk mengevakuasi jenazah HH ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.