← Beranda
Demo BEM UI di Bundaran HI, Tuding Kedaulatan Rakyat Cuma Slogan Prabowo-Gibran
Ryandi ZahdomoSelasa, 18 Agustus 2026 | 17.12 WIB
Aksi Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) yang melayangkan kritik tajam terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait tuntutan rakyat 17+8 beberapa waktu lalu. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Sehari pasca peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama puluhan aliansi menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (18/8).

Aksi bertajuk #MerebutKemerdekaan yang akan digelar mulai pukul 13.00 WIB ini digelar sebagai bentuk protes terhadap arah pemerintahan Prabowo-Gibran, yang dinilai mencederai hak dan kedaulatan rakyat.

Melalui konsolidasi besar-besaran, gerakan ini membawa delapan poin tuntutan mendesak yang ditujukan langsung kepada pemerintah.

Sindir Pidato Kedaulatan Prabowo-Gibran

Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan, menyoroti ketimpangan antara janji manis pemerintah dalam pidato kenegaraan dengan realita yang dirasakan masyarakat di lapangan.

Baca Juga: Demo BEM UI Hari Ini: Pertanyakan Esensi Kemerdekaan di Tengah Krisis

"Pemerintahan Prabowo-Gibran telah menunjukkan wajah kekuasaan yang gemar berpidato tentang kedaulatan, tapi lupa menegakkannya. Republik yang dijanjikan berdaulat, adil, dan makmur, kini justru direduksi jadi slogan tahunan tanpa substansi," ujar Athof dalam pernyataannya, dikutip Selasa (18/8).

Ia menambahkan bahwa kebijakan ekonomi dan hukum saat ini justru menguntungkan kepentingan asing serta segelintir kelompok, sembari mengabaikan keadilan struktural bagi masyarakat luas.

Sampaikan Permohonan Maaf Kepada Warga Jakarta

Di tengah gelombang unjuk rasa yang berpotensi memicu kemacetan di pusat kota, pihak mahasiswa menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada pengguna jalan. Namun, mereka menegaskan ada persoalan yang jauh lebih krusial.

"Kepada warga Jakarta, kami mohon maaf atas kemacetan hari ini. Namun ingat: kemacetan lalu lintas ini hanya beberapa jam, sedangkan kemacetan struktural, kemacetan lapangan kerja, dan kemacetan keadilan yang dipaksakan sudah delapan puluh satu tahun dan terus memburuk," kata Athof.

Gabungkan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sipil

Aksi unjuk rasa ini tidak hanya digalang oleh internal kampus, melainkan melibatkan jejaring gerakan mahasiswa dan sipil yang masif.

Baca Juga: BEM UI Demo, Pemprov DKI Minta Pekerja WFH dan Sekolah Jarah Jauh

Narahubung BEM UI, Ridho, mengonfirmasi luasnya basis massa yang terlibat dalam aksi di Bundaran HI tersebut.

"Benar, BEM UI bersama dengan 15 BEM Fakultas se-UI dan 25 organisasi aliansi lainnya turun aksi di Bundaran HI," jelas Ridho.

Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan delapan tuntutan utama, antara lain:

Baca Juga: BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya

1. Hentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri.

2. Hentikan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

3. Wujudkan reforma agraria sejati.

4. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.

5. Evaluasi total PSN serta hentikan MBG dan KDMP.

6. Hentikan pemusatan kekuasaan, pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), dan kembalikan otonomi daerah.

7. Tetapkan status bencana nasional untuk daerah Sumatra dan Flores serta percepat pemulihan wilayah terdampak bencana.

8. Hentikan represifitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta bubarkan YON TP.

Gerakan ini diharapkan menjadi awal pemantik kesadaran kolektif bagi seluruh elemen masyarakat, mulai dari buruh, petani, hingga tenaga pengajar, untuk terus mengawal kedaulatan bangsa.

Baca Juga: Sebabkan Luka hingga Koma, Iran Eksekusi Pria yang Tabrak Tujuh Polisi Saat Demo Januari Lalu

EDITOR: Bayu Putra