← Beranda
BEM UI Demo, Pemprov DKI Minta Pekerja WFH dan Sekolah Jarak Jauh
Ryandi ZahdomoSelasa, 18 Agustus 2026 | 15.00 WIB
BEM UI menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran HI, Jakarta. (Reyhan/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengimbau seluruh perusahaan swasta di ibu kota untuk memberikan kesempatan bekerja dari rumah (work from home/WFH) bagi para pekerja pada Selasa (18/8) ini.

Selain itu, sekolah di Jakarta juga diizinkan gelar Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau secara daring. Kebijakan ini dikeluarkan dalam rangka memperingati dan semarak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Instruksi tersebut tertuang resmi dalam Surat Edaran (SE) Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta Nomor: 26/SE/2026. Regulasi ini merujuk pada Surat Menteri Sekretaris Negara Nomor: B-17/M/S/TU.00.03/08/2026 serta SE Sekretaris Daerah DKI Jakarta Nomor: 30/SE/2026 terkait fleksibilitas tugas kedinasan.

Aturan WFH Sektor Swasta dan Pelayanan Publik

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta, Syaripudin, meminta pimpinan perusahaan menyesuaikan operasional dengan kebijakan fleksibel ini.

Baca Juga: Resmi Diluncurkan! 8 Bank Terkemuka Rilis Kartu Kredit Indonesia Segmen Ritel

"Dengan ini diimbau kepada saudara/saudari untuk: Memberikan kesempatan kepada Pekerja/Buruh untuk melaksanakan kerja dari rumah atau Work From Home (WFH)," tulis Syaripudin dalam SE tertanggal Senin (17/8).

Meski demikian, Pemprov DKI menegaskan bahwa skema WFH wajib mempertimbangkan jenis pekerjaan dan kebutuhan operasional masing-masing kantor. Hak-hak pekerja serta produktivitas perusahaan diimbau tetap terlindungi sesuai aturan perundang-undangan.

Bagi kantor swasta maupun instansi yang menyelenggarakan pelayanan langsung kepada masyarakat, penugasan personel diminta diatur secara proporsional agar pelayanan publik tetap berjalan optimal.

Sekolah Diizinkan Gelar Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)

Tidak hanya sektor ketenagakerjaan, Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta juga mengeluarkan SE Nomor 87/SE/2026 yang mengatur Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi sekolah swasta maupun negeri, serta WFH maksimal 50 persen bagi ASN di lingkungan dinas.

"Tugas kedinasan dilaksanakan dari rumah/tempat tinggal yang menjadi domisili (Work From Home/WFH) pada hari Selasa, 18 Agustus 2026," ungkap Kepala Disdik DKI Jakarta, Nahdiana, dalam edarannya.

ASN yang menjalankan WFH diwajibkan melakukan presensi daring melalui aplikasi mobile, dengan pengawasan ketat dari atasan langsung.

Sementara itu, untuk tingkat satuan pendidikan, pelaksanaan PJJ diserahkan kepada kebijakan kepala sekolah masing-masing dengan tetap menjamin ketercapaian target kurikulum.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, membenarkan langkah ini diambil guna menyemarakkan perayaan kemerdekaan di tengah masyarakat.

Baca Juga: Menhut Raja Juli Kenakan Baju Adat Kajang saat HUT ke-81 RI, Simbolkan jaga Kelestarian Hutan

"Untuk lebih menyemarakkan kegiatan perayaan di masyarakat dan memaknai hari kemerdekaan, sesuai imbauan Mensesneg," ujar Chico Hakim.

Demo BEM UI

Di samping agenda peringatan kemerdekaan, pada Selasa siang ini dilaporkan bahwa BEM UI bersama aliansi organisasi masyarakat sipil berencana menggelar aksi demonstrasi bertajuk #MerebutKemerdekaan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.

Aksi massa tersebut merupakan bentuk protes terhadap kondisi pemerintahan saat ini yang dinilai telah mencederai makna kemerdekaan bagi masyarakat.

Melalui unggahan di akun Instagram resminya, @bemui_official, BEM UI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergabung dan menyampaikan aspirasi secara terbuka di jalanan.

"Ayo, kita bersama-sama turun dan berjuang merebut kemerdekaan yang telah dinodai oleh rezim masa kini," tulis akun tersebut BEM UI, Senin (17/8).

Kepastian agenda pergerakan ini juga dikonfirmasi langsung oleh pihak internal BEM UI. Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan, membenarkan bahwa unjuk rasa tersebut siap dilaksanakan sesuai jadwal yang telah direncanakan.

"Betul akan aksi," ujar Yatalathof saat dikonfirmasi.

Aksi ini dipastikan melibatkan basis massa yang cukup besar. Narahubung BEM UI, Ridho, mengungkapkan bahwa agenda unjuk rasa di Bundaran HI ini merupakan hasil kolaborasi lintas organisasi mahasiswa dan elemen sipil.

"Benar, BEM UI bersama dengan 15 BEM Fakultas se-UI dan 25 organisasi aliansi lainnya akan turun aksi di Bundaran HI besok (hari ini, RED)," tutur Ridho.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan