JawaPos.com - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) berencana menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa (18/8). Rencana demonstrasi tersebut dijadwalkan dimulai sekitar pukul 13.00 WIB.
Sebelum menuju lokasi aksi, massa BEM UI akan berkumpul di Lapangan FISIP UI pada pukul 10.00 WIB. Aksi yang mengusung tema #MerebutKemerdekaan itu menjadi bagian dari rangkaian gerakan mahasiswa pada momentum bulan kemerdekaan.
"Titik aksi Bundaran HI. Dresscode baju hitam dan jaket kuning," tulis BEM UI dalam unggahannya, Senin (18/8).
BEM UI menilai kemerdekaan yang dirasakan masyarakat saat ini masih menghadapi berbagai persoalan. Mereka menyoroti kondisi ekonomi dan politik yang dinilai menunjukkan adanya pemusatan kekuasaan pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam aksi tersebut, BEM UI membawa sejumlah tuntutan kepada pemerintah. Mereka meminta penghentian berbagai bentuk praktik yang dinilai merugikan masyarakat, termasuk korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Mahasiswa juga mendesak pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok serta bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai membebani masyarakat.
Selain itu, BEM UI meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek strategis nasional (PSN). Mereka juga menyerukan penghentian sejumlah program, seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih.
Tuntutan lain menyangkut keterlibatan aparat keamanan di ruang sipil. BEM UI meminta praktik intervensi aparat dihentikan serta mendesak pembubaran batalion militer teritorial pembangunan.
Di bidang pemerintahan daerah, BEM UI menolak pemangkasan dana transfer ke daerah yang dilakukan pemerintah pusat. Mereka sekaligus menuntut agar otonomi daerah dikembalikan.
Aksi #MerebutKemerdekaan juga membawa perhatian terhadap persoalan kebencanaan, khususnya gempa bumi yang berdampak pada wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sumatera.
Baca Juga: Respons Unggahan BEM Psikologi UI soal Homoseksual Bukan Penyimpangan, UI: Bukan Sikap Resmi Kampus
"Tetapkan status bencana nasional untuk daerah Sumatera dan Flores serta percepat pemulihan wilayah terdampak bencana," ujar dia. (*)