JawaPos.com - Direktur Newport (Orang Tua Grup) Handoko Sasongko akhirnya muncul di hadapan publik. Dengan mengenakan pakaian batik, ia menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada massa aksi dari Front Persaudaraan Islam (FPI), yang melakukan demonstrasi di depan gedung OT Building di Cengkareng, Jakarta Barat.
Permintaan maaf itu disampaikan berkaitan dengan dugaan penistaan agama yang dilakukan di booth Newport, karena melakukan challenge hafalan Alquran berhadiah minuman keras di acara Sounds Project beberapa waktu lalu.
"Izinkan saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada khususnya umat Islam atas dugaan penistaan agama," ujar Handoko di atas mobil komando, Jumat (14/8).
Namun begitu, ia meminta agar massa aksi dapat bersabar karena penanganan kasus dugaan penistaan agama ini sudah memasuki ranah hukum.
"Mohon izin ini sudah masuk ranah hukum yang masih berproses hingga saat ini. Dan kita bersama-sama menunggu hasil dari proses tersebut," singkat Handoko.
Setelah menyampaikan pernyataan singkat itu, Handoko pun langsung meninggalkan mobil komando sambil dikawal polisi maupun pihak FPI kembali ke gedung OT Building.
Baca Juga: FPI Tuntut Orang Tua Grup Minta Maaf di Atas Mobil Komando soal Challenge Hafalan Alquran
Sebelumnya, kawasan di Jalan Outer Ring Road, Cengkareng, Jakarta Barat, sempat macet hingga 1 kilometer karena demo yang dilakukan massa dari Front Persaudaraan Islam (FPI) di depan gedung Orang Tua Building.
Demo yang dinamai Aksi Bela Alquran itu sebagai respons terhadap dugaan penistaan agama yang dilakukan di booth Newport pada acara Sounds Project beberapa waktu lalu.
Pantauan JawaPos.com di lokasi, kemacetan sudah terjadi sejak sebelum flyover hingga ujung flyover yang sudah dipenuhi massa dengan pakaian mayoritas putih.
Namun begitu, tampak beberapa petugas dari massa aksi bersama kepolisian mengatur agar jalanan tetap dapat dilalui meski agak tersendat.