JawaPos.com - Aksi protes warga Jagabaya, Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terkait debu dan mobilitas truk tambang berakhir damai setelah dilakukan mediasi difasilitasi Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Parung Panjang dengan pihak pelaksana proyek, PT Giri Jaya Putra.
Mediasi tersebut menghasilkan sedikitnya dua kesepakatan utama yang diharapkan dapat meredam kemarahan dan emosi warga. Kesepakatan pertama menyangkut persoalan debu dan percepatan pekerjaan revitalisasi jalan.
"Forkopimcam Parungpanjang bersama pihak pelaksana proyek kemudian melakukan mediasi. Disepakati penyiraman jalan akan ditingkatkan dan pekerjaan revitalisasi diupayakan selesai lebih cepat," demikian akun Instagram lapor_pakbupati mengungkap isi kesepakatan.
Kesepakatan kedua berkaitan dengan mobilitas kendaraan tronton. Untuk kendaraan berat tersebut, Forkopimcam Parung Panjang yang terdiri dari Camat, Kapolsek, dan Danramel berjanji akan melakukan komunikasi dan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak terkait.
Baca Juga: Cinta Anita Wing Lee dan Tim Muttoo Menginspirasi Orang yang Kehilangan Harapan
Koordinasi tersebut dilakukan supaya penanganan mobilitas kendaraan tronton dapat disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.
Sebelumnya, warga Jagabaya, Parung Panjang melakukan aksi memblokade jalan dengan menggunakan batu dan membakar ban. Warga menghentikan, memutarbalikkan truk tambang yang hendak melintas supaya kembali ke gunung.
Video aksi tersebut kini beredar luas di media sosial. Salah satunya diunggah akun Instagram @id_parungpanjang.
Protes warga tidak lepas dari persoalan debu dan truk tambang yang masih melintas di wilayah Parung Panjang di tengah perbaikan sejumlah ruas jalan di kawasan tersebut.
Warga Parung Panjang juga mempertanyakan mobilitas truk tambang masih terjadi di tengah kebijakan penutupan sementara aktivitas pertambangan di wilayah Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin.
Baca Juga: Warga Parung Panjang Blokade Jalan dengan Batu dan Bakar Ban, Muak Pelanggaran Dibiarkan
Persoalan tersebut kemudian mendapat sorotan warganet. Sejumlah pengguna media sosial meminta pemerintah Kabupaten Bogor dan Provinsi Jawa Barat harus mengambil langkah tegas agar persoalan truk tambang tidak terus berulang dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.