JawaPos.com - Unggahan salah satu pengguna platform Threads mendadak menyedot perhatian publik setelah membagikan pengalamannya bertemu sosok yang diduga polisi gadungan di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.
Narasi yang sempat viral itu berakhir dengan fakta yang tak terduga. Polisi itu adalah anggota Polri asli.
Awalnya, pengunggah membagikan cerita serta foto seorang pria berseragam yang dicurigai polisi gadungan karena gerak-geriknya mencurigakan. Unggahan itu dibagikan akun @vanessszr di media sosial.
"@divisihumaspolri @poldametrojaya @tmcpoldametro Tolong tindaklanjuti dugaan oknum polisi gadungan yang beroperasi di sekitar kawasan Kemang - Antasari -- Blok M," katanya.
Pemilik akun yang merupakan Puteri Indonesia DKI Jakarta 2024 itu menceritakan pengalaman saat diberhentikan oknum polisi tersebut. Dia kemudian diminta menunjukkan identitas, uang, serta diajak ke mesin ATM.
Baca Juga: Mengaku Berdinas di Polda Jatim, Polisi Gadungan Rudapaksa Kekasih dengan Iming-Iming Hadiah Mobil
"Kami diberhentikan tanpa penjelasan mengenai pelanggaran yang dilakukan. Oknum tersebut kemudian meminta KTP, SIM, serta uang tunai, dan bahkan MEMAKSA kami untuk mengikuti beliau ke ATM. Sudah memakan banyak korban. Terima kasih," ungkapnya.
Selain Vanessa, banyak netizen yang mengaku pernah mengalami kejadian serupa.
"SAMA BANGET, DIBERHENTIIN ALESAN DIA GABOLEH PUTER BALIK, TBTB DI JEGAT & MAKSA MINTA UANG KEBETULAN CASH CUMA 20RIBU TETEP DIAMBIL SAMA DIA," kata akun @ioliviaaaa11.
Baca Juga: Ramadhan Berdarah di Tangerang: Polisi Ringkus Begal Celurit hingga Debt Collector Gadungan
Ungkap Identitas Asli Polisi
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto dan Kasi Humas Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adiwibowo belum memberikan keterangan resmi saat dikonfirmasi terkait hal ini.
Namun, Wakaden A Ropaminal Divpropam Polri AKBP Rovan Richard Mahenu memastikan oknum polisi tersebut memang anggota Polri. Namun, polisi itu memiliki riwayat gangguan kesehatan mental dan psikologis.
Dalam akun @rovanrichardmahenu di Threads menyatakan bahwa yang bersangkutan memang benar merupakan anggota Polri. Namun, yang bersangkutan diketahui memiliki riwayat gangguan kesehatan mental dan psikologis.
"Saat kejadian, diduga kondisi yang bersangkutan sedang kambuh sehingga bertindak di luar kendali," tulis Rovan.
Dia memastikan oknum polisi tersebut kini telah ditangani oleh Polres Jakarta Selatan. "Peristiwa tersebut telah ditindaklanjuti oleh Polres Metro Jakarta Selatan sesuai prosedur yang berlaku," jelasnya.