JawaPos.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merespons positif usulan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai pemanfaatan bahan bakar hidrogen untuk armada transportasi publik. Langkah ini berpotensi membawa transformasi baru bagi layanan Transjakarta dan Transjabodetabek.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku telah menjalin komunikasi langsung dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Diskusi teknis terkait kesiapan armada dan infrastruktur pendukung pun mulai berjalan.
Pramono mengungkapkan bahwa kementerian terkait sudah menugaskan PLN untuk menindaklanjuti rencana transisi energi hijau tersebut secara detail.
Baca Juga: Bukan Sekadar Truk, Kendaraan Niaga Kini Bisa Jadi Campervan hingga Salon Berjalan di GIIAS 2026
"Jadi saya sudah berkomunikasi dengan Bapak Menteri ESDM, Pak Bahlil, dan Pak Bahlil juga sudah menugaskan Dirut PLN untuk berbicara mengenai penggunaan hidrogen untuk transportasi di Transjakarta maupun Transjabodetabek," ujar Pramono Anung di kawasan Bundaran HI, Rabu (29/7).
Matangkan Infrastruktur dan Proyek Percontohan
Meski menyambut baik gagasan tersebut, Pemprov DKI Jakarta memilih mematangkan rencana tersebut terlebih dahulu. Pramono menegaskan bahwa kepastian operasional bus hidrogen baru akan diumumkan setelah seluruh fasilitas penunjang rampung disiapkan.
"Segera kita matangkan terlebih dahulu, nanti kalau sudah infrastrukturnya siap dan juga sudah waktunya, nanti akan kami sampaikan kepada publik," lanjutnya.
Menariknya, dorongan integrasi teknologi hidrogen ini tidak hanya datang dari pemerintah pusat. Sejumlah produsen otomotif global juga menunjukkan ketertarikan serupa untuk mendukung modernisasi transportasi massal di Jakarta.
Baca Juga: Nasib Baik Mengikuti, Ini 6 Shio yang Berpotensi Dapat Tambahan Rezeki di Akhir Juli 2026
Pramono membeberkan bahwa para produsen otomotif bahkan siap menyediakan unit armada uji coba guna melihat efektivitas operasional di lapangan.
"Tetapi memang selain dari permintaan dari Menteri ESDM, juga ada permintaan dari beberapa produsen mobil yang mereka memproduksi hidrogen untuk bisa digunakan di Jakarta, bahkan mereka akan menyumbangkan satu dua mobil untuk sebagai pilot project penggunaan hidrogen untuk di Jakarta," tambahnya.
Kesiapan Pasokan Hidrogen PLN
Rencana pemanfaatan hidrogen di ibu kota sebelumnya mencuat dalam pembukaan Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition (GHES) 2026 di Jakarta pada Selasa (21/7). Dalam forum tersebut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengutarakan niatnya untuk berkoordinasi langsung dengan pimpinan daerah DKI Jakarta.
"Tentang bus, saya coba komunikasikan dengan Pak Gubernur DKI untuk memanfaatkan ini (hidrogen)," kata Bahlil.
Inisiatif ini mengemuka setelah Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo memaparkan ketersediaan pasokan hidrogen yang melimpah. Fasilitas pengisian daya seperti Hydrogen Refueling Station (HRS) di Jakarta juga diklaim sudah berdiri dan siap beroperasi.
Baca Juga: Kemenhub Buka Peluang Investasi Kereta Api di 10 Kawasan Metropolitan
Namun, lantaran belum ada unit armada Transjakarta yang beroperasi menggunakan bahan bakar ini, PLN berharap sinergi antara pemerintah pusat dan Pemprov DKI dapat segera merealisasikan pengadaan bus ramah lingkungan tersebut di jalanan Jakarta.