← Beranda
Jalan Tambak Matraman Masih Dijaga Ketat, 200 Personel Bersenjata Disiagakan Usai Bentrokan Maut Menteng
Ryandi ZahdomoSenin, 27 Juli 2026 | 16.51 WIB
Sekelompok orang yang diduga matel dan warga mengalami bentrokan di Jalan Matraman Dalam, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (26/7) pagi. (Instagram: @zipenkyulia)

JawaPos.com - Aparat keamanan gabungan memperketat penjagaan di sepanjang Jalan Tambak hingga Jalan Matraman Raya, Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (27/7) pagi. Sebanyak 200 personel TNI-Polri dikerahkan ke lokasi untuk memantau situasi dan mencegah potensi bentrokan susulan pasca-insiden berdarah yang menewaskan satu orang pada Minggu kemarin.

Langkah pengamanan ekstra ini diambil menyusul munculnya indikasi ancaman serangan balik dari rekan-rekan korban tewas. Bentrokan yang sebelumnya terjadi pada Minggu (26/7) pagi hingga Senin dini hari tersebut membuat petugas bertindak cepat guna memastikan stabilitas keamanan warga sekitar tetap terjaga.

Pasukan Gabungan dan Armada Taktis Disiagakan

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, mengonfirmasi bahwa pengamanan masih dilakukan di lokasi-lokasi bentrokan kemarin.

Baca Juga: Jelajahi Kuliner Surabaya, Ini 3 Tempat Makan Tradisional dengan Rasa Juara

"Untuk jumlah pengamanan di obyek sekitar Menteng, sesuai keterangan semalam sekitar 200 personel gabungan dari TNI, personel Polda Metro, Polres Jakpus, dan Polsek Menteng," ujar Erlyn, Senin (27/7).

Erlyn menegaskan, kepolisian belum menjadwalkan penarikan mundur pasukan yang telah bergantian berjaga sejak pertikaian pecah pertama kali pada Minggu siang.

"Sementara ini personel masih akan terus disiagakan," tutur Erlyn.

Di lokasi terdapat delapan armada kepolisian, mulai dari bus, truk pengangkut, hingga kendaraan taktis (rantis), terparkir di bahu jalan. Anggota Korps Brimob dengan perlengkapan pelindung kepala, rompi taktis, serta senjata api terlihat bersiaga di trotoar.

Selain itu, dua unit ambulans dan satu unit mobil water cannon pengurai massa milik TNI AD juga disiagakan di area Masjid Jami' Matraman, didampingi sekitar 25 personel Brimob berkendara roda dua. Kendati pengamanan tampak ketat, arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat di sekitar kawasan tersebut terpantau relatif kondusif pada Senin pagi.

Bermula dari Knalpot Bising Nasi Uduk, 3 Orang Ditangkap

Insiden maut yang memicu ketegangan ini terjadi pada Minggu (26/7) sekitar pukul 10.00 WIB. Pertikaian melibatkannya sekelompok pemuda yang menghuni lahan kosong di Jalan Tambak I dengan warga di kawasan Matraman.

Akibat kejadian tersebut, seorang pria berinisial K, 23, meninggal dunia, sementara korban lain berinisial DS menderita luka-luka dan harus menjalani perawatan medis secara intensif.

Pihak kepolisian bergerak cepat dan berhasil mengamankan tiga orang yang diduga terlibat langsung dalam aksi penganiayaan hebat tersebut.

"Kami secara penegakan hukum telah mengamankan tiga orang warga yang terlibat di dalam melakukan penganiayaan tersebut yaitu saudara S, T, dan U yang saat ini sudah diamankan di Polsek Menteng," kata Reynold, Minggu (27/7).

Reynold menjelaskan kronologi permasalahan dipicu oleh aksi provokatif pengendara sepeda motor yang melintas di depan lapak pedagang nasi uduk milik warga bernama Rusdi.

"Ada dua orang yang menggunakan kendaraan bermotor melewati jualan nasi uduk yang gerobaknya terdampak, dan dirusak, itu karena menggeber-geber motornya. Sehingga knalpot tersebut membuat kebisingan, (mereka) ditegur tidak terima," tutur Reynold.

Teguran atas kebisingan knalpot tersebut berujung pada adu mulut hingga meluas menjadi bentrokan fisik di sepanjang Jalan Tambak.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah