JawaPos.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meresmikan New Look Branch pada Kantor Bank Jakarta Cabang Pembantu (KCP) Kebayoran Park pada Senin (20/7). Kantor ini dirancang khusus untuk menghadirkan sistem perbankan yang modern, nyaman, serta berorientasi penuh pada kebutuhan nasabah.
Kehadiran ruang layanan baru ini menjadi prototipe awal dari komitmen jangka panjang Bank Jakarta dalam merevolusi pengalaman bertransaksi di era digital. Wagub Rano Karno mengapresiasi langkah Bank Jakarta yang mengusung konsep future branch ini.
Menurut dia, inovasi ini menjadi bukti nyata kesiapan dalam menjawab kebutuhan pasar yang terus bergerak dinamis.
"Atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kami mendukung dan menyambut baik kehadiran New Look Bank Jakarta KCP Kebayoran Park sebagai komitmen Bank Jakarta untuk terus bertransformasi menjawab kebutuhan nasabah," ujar Rano Karno.
Rano menegaskan, peran Bank Jakarta sangat vital sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Tidak hanya sekadar menyediakan layanan keuangan, instansi ini juga memegang andil dalam memperluas akses pembiayaan usaha serta menyokong visi Jakarta menjadi kota global.
Di sisi lain, Rano juga menitipkan pesan penting agar inklusi keuangan tetap menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Dia berharap pihak bank dapat terus memperluas jaringan, termasuk menyediakan mesin ATM di area rumah susun guna memudahkan aksesibilitas warga.
Baca Juga: Modus Pungli Baru di Tanah Abang: Keluar Mall Langsung Dicegat Tiket Parkir Siluman
Menghadirkan Cabang Digital yang Tetap Manusiawi
KCP Kebayoran Park kini resmi beroperasi dengan mengusung tiga pilar utama, yaitu Modern, Accessible, dan Connected. Perubahan fisik tidak hanya terlihat pada desain interior ruang layanan yang lebih kolaboratif, tetapi juga pada identitas visual baru termasuk seragam yang dikenakan oleh petugas frontliner.
Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo menjelaskan, agenda ini bukan sekadar perbaikan estetika gedung semata. Ini adalah momentum perubahan mendasar mengenai cara perusahaan berinteraksi dengan para nasabahnya.
"Hari ini kita tidak sekadar meresmikan sebuah gedung. Yang berubah bukan hanya wajah kantor cabang, tetapi juga cara kami melayani masyarakat. Perubahan sebuah bank tidak cukup diwujudkan melalui teknologi ataupun bangunan yang lebih modern, melainkan ketika masyarakat merasakan layanan yang lebih mudah, lebih cepat, lebih nyaman, dan lebih manusiawi," tutur Agus.
Dia menambahkan, eksistensi kantor cabang fisik tetap tidak tergantikan di tengah gempuran digitalisasi. Aspek kepercayaan nasabah dinilai tetap lahir dari interaksi personal antarmanusia.
Oleh sebab itu, strategi masa depan perusahaan adalah mengintegrasikan kantor cabang yang cerdas, efisien, dan berbasis teknologi terdigitalisasi yang ringkas. Cabang baru ini akan menjadi tolok ukur (prototipe) resmi yang nantinya diterapkan secara konsisten di seluruh jaringan kantor Bank Jakarta lainnya di masa mendatang.
Dampak Positif untuk Ekosistem Publik dan Tenant
Kehadiran wajah baru perbankan ini juga disambut positif oleh pihak pengelola kawasan. Tety Kurniawaty Wijaya, selaku perwakilan Manajemen Kebayoran Park Mall, menyatakan bahwa kehadiran KCP ini melengkapi fasilitas publik yang sudah ada.
Baca Juga: Kronologi Driver Ojol di Matraman Tertembak Maling Berpistol Hingga Diburu Polisi
"Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Bank Jakarta membuka KCP di Kebayoran Park. Kami berharap kehadirannya memberikan manfaat dan nilai tambah bagi para tenant, pengunjung, serta masyarakat sekitar," ungkap Tety.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, menyebutkan bahwa penerapan konsep New Look Branch merupakan bagian dari langkah berkelanjutan untuk memperkuat branding dan identitas baru perusahaan. Pembaruan ini menjadi simbol kebangkitan institusi yang adaptif dan siap bersaing di tengah dinamika industri perbankan nasional.
"Pembaruan ini tidak hanya menghadirkan tampilan yang lebih modern dan representatif, tetapi juga mencerminkan semangat transformasi Bank Jakarta sebagai institusi keuangan yang adaptif, inovatif, dan siap menjawab dinamika industri perbankan yang terus berkembang," imbuh Arie.
Baca Juga: Cerita Pramono Anung Begadang Nonton Final Piala Dunia 2026: Jagoan Kalah Lalu Diledek Istri