← Beranda
Misteri Tewasnya Petinggi Perusahaan di Hotel Mewah Setiabudi, Chat Terakhir ke Istri jadi Kunci
Ryandi ZahdomoSabtu, 18 Juli 2026 | 06.25 WIB
ILUSTRASI. Garis polisi dipasang di depan tempat penemuan jenazah. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Sebuah hotel mewah di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, mendadak geger setelah seorang pria berinisial WH, 47, ditemukan meninggal dunia di dalam kamarnya pada Rabu (15/7) sore. Korban yang diketahui merupakan seorang petinggi di sebuah perusahaan ini diduga kuat mengakhiri hidupnya sendiri akibat permasalahan rumah tangga.

Pihak kepolisian langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan di lokasi kejadian begitu menerima laporan. Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi memastikan tidak menemukan adanya indikasi tindak pidana atau keterlibatan pihak luar dalam peristiwa tragis tersebut.

Pesan Terakhir dan Kecurigaan Sang Istri

Kasie Humas Polres Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo, mengungkapkan bahwa insiden ini bermula dari adanya komunikasi terakhir antara korban dengan keluarganya melalui aplikasi pesan singkat. Sebelum ditemukan tewas, WH sempat mengirimkan pesan digital yang berisi permohonan maaf kepada istri dan anaknya.

"Hasil pemeriksaan demikian (sempat mengirim pesan). Iya, justru itu, sempat minta maaf. Kemudian kan WA, kemudian istri kan curiga, istri datanglah ke hotel," ujar AKP Joko Adi, Jumat (17/7).

Kecurigaan sang istri yang dipicu oleh pesan tidak biasa tersebut membuatnya langsung bergegas menuju hotel mewah tempat suaminya menginap untuk memastikan kondisinya.

Kronologi Penemuan Jasad Korban

Berdasarkan data pihak kepolisian, korban WH menginap di hotel tersebut dengan didampingi oleh sopir pribadinya. Namun, sang sopir tidak ikut masuk ke dalam kamar dan hanya menunggu di area parkir kendaraan.

Pihak keluarga yang mulai merasa cemas setelah menerima pesan dari korban langsung menghubungi sang sopir untuk melakukan pengecekan ke area kamar. Sopir pribadi korban kemudian berkoordinasi dengan petugas hotel guna membuka pintu kamar tempat WH beristirahat. Saat itulah korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Temuan Senjata Berizin di TKP

Saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas kepolisian menemukan luka tembak pada tubuh korban serta mengamankan satu unit senjata api. AKP Joko Adi menegaskan bahwa senjata yang ditemukan di lokasi tersebut merupakan senjata legal yang memiliki dokumen resmi.

"Dugaannya seperti itu (ada luka tembak). Senjatanya pun juga lengkap ada suratnya kok. Iya, itu ya barang bukti itu," jelas Joko Adi.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa motif tindakan nekat ini diduga kuat murni karena persoalan pribadi yang sedang dihadapi korban bersama sang istri. Padahal, sebelum insiden terjadi, keduanya diketahui sedang mencoba menjalin komunikasi baik untuk menyelesaikan keretakan rumah tangga mereka.

"Terkait urusan rumah tangga, hubungan suami istri. Sebenarnya mereka tuh sedang akan memperbaiki gitu loh. Memang awalnya suaminya merasa salah sama istrinya, kemudian hari itu sebenarnya komunikasi baik sama istrinya, dan mereka bermaksud untuk memperbaiki," tambahnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi kunci, termasuk sopir pribadi korban dan pihak manajemen hotel, untuk melengkapi berkas penyelidikan. Polisi kembali menegaskan tidak ada unsur kriminal dalam peristiwa ini.

EDITOR: Estu Suryowati