JawaPos.com - Misteri di balik teror bom yang menggemparkan hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan akhirnya benderang.
Polisi mengungkap bahwa motif pelaku berinisial MY, 34, nekat menyebarkan ancaman palsu tersebut lantaran tersinggung terkait biaya seragam sekolah anaknya.
Kini, pria yang merupakan warga sekitar sekolah tersebut harus mendekam di balik jeruji besi Polres Metro Jakarta Selatan. Pelaku bahkan terancam hukuman berat akibat aksi nekatnya.
Berawal dari Obrolan Seragam Sekolah Anak
Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi menjelaskan, insiden ini bermula beberapa hari sebelum kejadian.
Baca Juga: Anak Pelaku Teror Bom Ternyata Siswa SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel, Sempat Diantar
Kala itu, MY tengah berbincang dengan salah satu guru untuk menanyakan perihal biaya seragam sekolah anaknya, yang merupakan siswa di sekolah itu.
Namun, respons yang diterima justru melukai perasaan pelaku sehingga akhirnya ia berbuat nekat.
"Jadi, beberapa hari sebelum kejadian, kan nanya dia masalah seragam. Jawabannya, 'Udah, enggak usah beli seragamnya, saya tahu kondisi kamu kan begitu'," ujar AKP Joko, Rabu (15/7).
Ucapan dari oknum guru tersebut seketika membuat MY merasa tersinggung dan dipermalukan sebagai orang tua murid. "Jadi kayaknya merasa tersinggung gitu," tambah Joko.
Meski begitu, MY mengaku sangat menyesali perbuatannya dan tidak menyangka bahwa aksi pelampiasan emosinya tersebut akan memicu kehebohan besar di tengah masyarakat.
Baca Juga: Densus 88 Sebut Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel Tak Termasuk Terorisme
Sempat Mengaku Iseng saat Diperiksa Densus 88
Sebelum motif sakit hati ini terungkap, pelaku yang beraksi seorang diri ini sempat berdalih bahwa aksinya hanyalah keisengan belaka.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imannudin, sebelumnya sempat menyatakan bahwa pihaknya tidak langsung memercayai pengakuan awal pelaku yang menyebut motif tersebut hanya main-main.
"Untuk motif dari pelaku sementara hasil dari permintaan keterangan yang bersangkutan, yang bersangkutan hanya sifatnya iseng saja," ungkap Kombes Iman, Senin (13/7).
Untuk mendalami latar belakang pelaku dan memastikan tidak ada keterlibatan dengan jaringan terorisme, penyidik Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan langsung berkoordinasi dengan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.
Setelah dilakukan penyisiran menyeluruh oleh Tim Gegana Brimob bersama Densus 88, polisi memastikan area sekolah steril dari bahan peledak.
Baca Juga: Pramono Anung Jamin KBM SDN 15 Srengseng Sawah Jaksel Normal Meski ada Teror Bom
Informasi ancaman bom di 11 titik yang disebarkan pelaku terbukti sepenuhnya palsu (hoax).
Kronologi Teror via WhatsApp saat Upacara MPLS
Peristiwa menegangkan ini terjadi pada Senin pagi (13/7), tepat saat sekolah tengah menggelar upacara hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang.
Seorang guru kelas 1 dan staf Tata Usaha (TU) menerima pesan pribadi melalui aplikasi WhatsApp dari nomor misterius. Pesan tersebut bernada ancaman mengerikan:
"SELAMAT PAGI DAN SALAM SEJAHTERA, DIHARAP BERSIAP SIAP DENGAN HITUNGAN MENIT TEMPAT SEKOLAHAN SDN 15 PAGI INI AKAN MELEDAK DAN KAMI SUDAH MENYIAPKAN 11 TITIK ...!!!!," tulis pesan teror tersebut.
Peneror juga meminta pihak sekolah agar tidak melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib. Namun, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan kepolisian.
Baca Juga: Pelaku Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Jaksel Mengaku Hanya Iseng
Polisi segera mengevakuasi seluruh siswa serta guru demi keselamatan, sebelum akhirnya mengamankan MY yang berdomisili tak jauh dari TKP.
Akibat perbuatan nekatnya yang memicu kepanikan publik, MY kini dijerat dengan pasal berlapis.