← Beranda
Anak Pelaku Teror Bom Ternyata Siswa SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel, Sempat Diantar
AntaraKamis, 16 Juli 2026 | 02.55 WIB
Personel Gegana Brimob Polda Metro Jaya melakukan penyisiran setelah adanya ancaman dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta, Senin (13/7/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Tetangga mengungkap aktivitas MY, pelaku teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan sebelum melakukan aksinya.

Menurut Ketua RT 03/RW 04, Gang Kidan, Srengseng Sawah, Anton Sianipar, sebelum mengirim pesan teror bom, aktivitas pria 34 tahun itu terlihat normal.

Bahkan, ia sempat terlihat mengantarkan anaknya untuk berangkat ke sekolah di hari itu. Mirisnya, anaknya bersekolah di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, sekolah yang ia teror. 

"Kalau antar, iya, ngantar, karena yang mengantar anaknya sekolah. Setelah dia ngantar, baru dia beraktivitas," ujar Anton, Rabu (15/7) sebagaimana dilansir dari Antara. 

Baca Juga: Pelaku Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Jaksel Mengaku Hanya Iseng

Sehari sebelumnya, lanjut Anton, MY juga sempat mengobrol bersama dirinya di pos ronda. Saat itu, MY tak pernah menyebutkan rencana menyebar pesan teror bom.

Anton pun mengaku mengenal sosok pelaku sebagai warga yang normal dan mau membaur dengan tetangga.

"Saya bilang kesehariannya sih normal. Enggak ada kayak orang mungkin dikatakan kelainan jiwa atau stres yang tingkat tinggi, atau tingkah lakunya aneh gitu di lingkungan," ujar Anton.

Sebelumnya, polisi mengungkap motif peneror bom berinisial MY (34) di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Setelah mengaku hanya iseng, ia mengatakan tersinggung oleh ucapan guru mengenai biaya seragam sekolah anak. 

Baca Juga: Densus 88 Sebut Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel Tak Termasuk Terorisme

"Jadi, beberapa hari sebelum kejadian, kan nanya dia masalah seragam. Jawabannya, 'Udah, enggak usah beli seragamnya, saya tahu kondisi kamu kan begitu'," kata Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan.

Atas perkataan guru tersebut, MY selaku orang tua murid merasa tersinggung dan nekat melakukan teror. Namun, ia tidak menyangka teror tersebut membuat kehebohan banyak pihak.

Polisi pun telah menetapkan MY sebagai tersangka dalam kasus teror bom pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, pada Senin (13/7).

Pengungkapan teror bom tersebut dilakukan oleh kepolisian setelah menerima laporan mengenai pesan pribadi yang diterima guru sekolah itu melalui aplikasi WhatsApp saat upacara hari pertama MPLS.

Pesan WhatsApp tersebut diterima oleh guru kelas 1 dan staf Tata Usaha (TU). Kemudian, mereka melaporkannya kepada kepolisian, dan polisi langsung mengecek tempat kejadian perkara (TKP).

Baca Juga: Pramono Anung Jamin KBM SDN 15 Srengseng Sawah Jaksel Normal Meski ada Teror Bom

Pesan WhatsApp itu berisi ancaman dari peneror yang akan meledakkan bom ke 11 titik sekolah dan meminta pihak sekolah agar tidak melapor ke polisi. 

 

 

EDITOR: Bayu Putra