JawaPos.com - Hari pertama Tahun Ajaran 2026/2027 yang jatuh pada Senin (13/7) ditandai dengan peningkatan mobilitas masyarakat di berbagai sudut ibu kota.
Guna memastikan pergerakan para pelajar berjalan aman dan tepat waktu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi mengoperasikan ratusan armada Bus Sekolah gratis.
Sebanyak 235 unit Bus Sekolah yang melayani 50 rute reguler dan zonasi dikerahkan langsung ke seluruh wilayah Jakarta. Sejak subuh, tepatnya pukul 04.30 WIB, seluruh bus telah diberangkatkan dari Unit Pengelola Angkutan Sekolah (UPAS), Jakarta Timur.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Budi Awaluddin menuturkan, hari pertama masuk sekolah kerap memicu kepadatan lalu lintas. Oleh karena itu, penyiagaan personel di lapangan menjadi langkah krusial untuk mengurai potensi kemacetan.
"Pada hari pertama masuk sekolah ini kami mengoperasikan 235 bus sekolah untuk melayani para pelajar di DKI Jakarta," ujar Budi Awaluddin, Senin (13/7).
Budi juga menekankan pentingnya profesionalisme para petugas di lapangan. Keamanan para pelajar di atas kabin bus menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar.
"Kami berpesan kepada seluruh awak bus agar selalu mengutamakan keselamatan, memastikan kondisi kendaraan tetap prima, serta menjadi teladan bagi pengguna jalan dengan mematuhi seluruh peraturan lalu lintas," tambahnya.
Melalui instruksi tersebut, seluruh armada dipastikan telah melalui pemeriksaan rutin dan mengantongi status laik jalan sebelum menjemput siswa.
Fasilitas Ramah Disabilitas: Menghadirkan Transportasi Inklusif
Tidak hanya fokus pada rute reguler, Pemprov DKI Jakarta juga memberikan perhatian khusus bagi pelajar berkebutuhan khusus. Layanan Bus Sekolah Ramah Disabilitas disiapkan secara spesifik untuk menjangkau sejumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) dan YPAC di Jakarta.
Armada khusus tersebut dirancang dengan fasilitas aksesibilitas yang mumpuni. Di antaranya adalah lift kursi roda, ruang khusus kursi roda, serta kursi prioritas.
Guna menunjang fasilitas tersebut, para awak bus juga telah mendapatkan pelatihan khusus. Hal ini dilakukan agar mereka mampu memberikan pelayanan yang inklusif, ramah, dan cekatan bagi seluruh siswa penyandang disabilitas.
Layanan Bus Sekolah gratis ini diharapkan tidak hanya meringankan beban transportasi orang tua, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda. Pemprov DKI berharap fasilitas ini mampu mendorong budaya menggunakan angkutan umum sejak usia dini.
Baca Juga: Pemprov DKI Lanjutkan Normalisasi Kali Ciliwung, Rp 300 M Disiapkan untuk Bebaskan Lahan
Langkah ini mempertegas komitmen berkelanjutan dari program "Dishub Hadir untuk Jakarta, Bersama Masyarakat" dalam menciptakan ekosistem transportasi yang aman, nyaman, dan mudah diakses oleh semua kalangan. (*)