← Beranda
Densus 88 Sebut Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel Tak Termasuk Terorisme
Syahrul YunizarSelasa, 14 Juli 2026 | 04.38 WIB
Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror mulai meninggalkan SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (13/7). (Ryandi Zahdomo/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan (Jaksel) membuat Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri turun tangan.

Usai penyisiran dan pemeriksaan tersangka, pihak Densus memastikan bahwa aksi pelaku berinisial MY tersebut tidak memenuhi unsur tindak pidana terorisme.

Hal itu dipastikan oleh Juru Bicara (Jubir) Densus 88 Antiteror Polri Kombes Mayndra Eka Wardhana.

Dia menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan pendalaman secara komprehensif terhadap ancaman yang diterima oleh guru dan petugas tata usaha di sekolah tersebut.

Baca Juga: Pramono Anung Jamin KBM SDN 15 Srengseng Sawah Jaksel Normal Meski ada Teror Bom

”Meliputi aspek motif, pendanaan, maupun kemungkinan adanya koneksi dengan jaringan terorisme. Dan disimpulkan bahwa peristiwa tersebut belum memenuhi unsur sebagai tindak pidana terorisme,” kata dia saat dikonfirmasi oleh awak media pada Senin (13/7).

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin pun sudah mengungkap motif pelaku kepada awak media.

Dia menyatakan bahwa pelaku tidak memiliki motif lain saat mengirim pesan bernada teror kepada guru dan petugas tata usaha di sekolah tersebut.

Meski begitu, polisi tidak serta merta menerima penjelasan dari MY yang mengaku hanya iseng. 

Penyidik dari Polda Metro Jaya maupun Polres Metro Jaksel tetap melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab terganggunya aktivitas belajar mengajar di hari pertama sekolah setelah libur panjang tersebut.

Baca Juga: Pelaku Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Jaksel Mengaku Hanya Iseng

”Untuk motif dari pelaku sementara hasil dari permintaan keterangan yang bersangkutan, yang bersangkutan hanya sifatnya iseng saja,” kata Kombes Iman.

Pasca mendapat laporan, Tim Gegana Brimob bersama Densus 88 Antiteror Polri sudah menyisir seluruh area sekolah dan tidak menemukan bahan peledak maupun benda mencurigakan.

Fakta itu tidak sesuai dengan ancaman bom yang dikirimkan oleh pelaku pagi tadi.

Salah seorang guru dan petugas tata usaha mendapat pesan teror bom pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Berdasar dokumentasi yang diterima oleh awak media, tertulis pesan bahwa bom sudah ditempatkan di 11 titik sekolah.

Baca Juga: Penyisiran Tuntas usai Teror Bom, Polisi Pastikan SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel Aman

“SELAMAT PAGI DAN SALAM SEJAHTERA, DIHARAP BERSIAP SIAP DENGAN HITUNGAN MENIT TEMPAT SEKOLAHAN SDN 15 PAGI INI AKAN MELEDAK DAN KAMI SUDAH MENYIAPKAN 11 TITIK ...!!!!” bunyi pesan bernada teror itu.

Polisi langsung menindaklanjuti pesan teror tersebut. Selain memulangkan siswa dan guru untuk mengosongkan sekolah, sudah dilakukan penyisiran dan olah TKP.

Polisi juga mencari tahu pengirim pesan tersebut dapat mendapati bahwa pelaku adalah warga sekitar sekolah.

”Kegiatan teror yang terjadi di wilayah Srengseng, Jakarta Selatan, untuk pelaku satu orang inisial MY. Beralamat di sekitar lokasi kejadian sekolah itu, sudah diamankan saat ini ada di Polres Metro Jakarta Selatan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.

Baca Juga: Polisi Tangkap Pelaku Teror SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Motif Masih Didalami

EDITOR: Bayu Putra