← Beranda
Akhir Penyisiran 4 Jam Teror Bom SDN 15 Jagakarsa, Kapolsek Ungkap Sekolah Sudah Aman
Ryandi ZahdomoSenin, 13 Juli 2026 | 21.49 WIB
Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, mengumumkan langsung hasil akhir dari operasi sterilisasi teror bom di SDN 15 Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Senin (13/7). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Proses penyisiran bom secara menyeluruh di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, akhirnya resmi dinyatakan rampung, Senin (13/7) pukul 13.00 WIB. Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, mengumumkan langsung hasil akhir dari operasi sterilisasi teror bom yang sempat memicu ketegangan di hari pertama sekolah atau saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Nurma memastikan seluruh area sekolah kini bersih dari ancaman. Hasil pemindaian berlapis oleh tim penjinak bom tidak menunjukkan adanya tanda-tanda barang mencurigakan atau bom bahaya.

"Untuk sementara ini setelah disisir beberapa jam, lebih kurang tadi 4 jam, itu tidak ada ditemukan barang-barang yang mencurigakan. Iya, dinyatakan aman dari Gegana," ujar Kompol Nurma Dewi di lokasi kejadian setelah penyisiran selesai, Senin (13/7).

Baca Juga: Diduga Tertipu Jastip Tiket Konser BTS, Puluhan ARMY di Surabaya Rugi hingga Rp 500 Juta

Sterilisasi Total Melibatkan Tim Gabungan Khusus

Nurma membeberkan, tuntasnya penyisiran ini berkat kerja sama taktis dari berbagai satuan elit. Operasi yang berlangsung sekira pukul 09.00 WIB hingga berakhir pada pukul 13.00 WIB ini dilakukan tanpa melewatkan satu sudut ruangan pun.

Pihak kepolisian tidak mau berspekulasi dan langsung menerjunkan kekuatan penuh demi menjamin keselamatan para siswa yang baru saja masuk sekolah setelah libur panjang.

"Semua sudah menyatakan aman, baik dari Gegana, kemudian juga Densus 88 dan anjing pelacak yang tadi ya, sudah melakukan tugasnya 4 jam menyatakan aman untuk SD Negeri Srengseng Sawah 15," urai Nurma.

Langkah Kapolsek Jagakarsa Pasca-Penyisiran Rampung

Begitu area sekolah dinyatakan steril dari bom, pihaknya kini bergerak cepat menjalin komunikasi dengan pihak sekolah untuk menentukan nasib kegiatan belajar mengajar esok hari. Namun, penuntuan masuk atau tidaknya para murid tergantung dari pihak sekolah.

"Nah, untuk sementara ini dari Kasudin, kemudian dari pendidikan, dari Wali Kota ini lagi koordinasi untuk besok apakah setelah dinyatakan aman untuk bisa masuk sekolah untuk adik-adiknya. Jadi kita serahkan ke Sudin Pendidikan," tuturnya.

Penyisiran Selesai, Perburuan Pelaku Dimulai

Dengan selesainya sterilisasi bangunan, Polsek Jagakarsa kini mengalihkan seluruh energi pada proses investigasi. Nurma menegaskan bahwa nomor WhatsApp pengirim teror sudah dikantongi dan pemeriksaan rekaman kamera pengawas (CCTV) internal sedang berjalan.

Pihaknya akan mengusut tuntas motif di balik gangguan keamanan yang menyasar institusi pendidikan ini.

"Jadi kita dari kepolisian setelah kita dapatkan nomor tersebut ya, kita pasti mencari ya untuk mendapatkan pelakunya," pungkas Kompol Nurma. Ia pun mengungkap bahwa pelaku teror terancam hukuman kurungan 1 hingga 15 tahun penjara.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah