JawaPos.com - Pihak kepolisian bergerak cepat mengusut kasus teror bom yang melanda SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Senin (13/7). Saat ini, identitas terduga pelaku pengirim pesan ancaman tersebut telah diketahui petugas kepolisian.
Langkah pengejaran kini tengah dilakukan secara intensif. Polisi memastikan seluruh laporan dan petunjuk di lapangan akan langsung ditindaklanjuti untuk menangkap pelaku sabotase hari pertama sekolah ini.
Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, menegaskan bahwa tim penyidik telah mendapatkan titik terang mengenai sosok di balik pesan gelap yang mengancam keamanan sekolah tersebut.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Besok Selasa 14 Juli 2026: Sagitarius, Capricorn, Aquarius, Pisces
"Dari identitasnya kita sudah kantongi, ya. Jadi kita sudah mencari, kemudian semuanya sudah pasti kita tindak lanjuti untuk pelaku," ujar Kompol Nurma Dewi di lokasi kejadian, Senin (13/7).
Tidak main-main, dalam pesan tersebut pelaku mengklaim telah menargetkan belasan area spesifik di lingkungan sekolah. "Untuk terornya sendiri isinya yang jelas dia meneror, memberikan 11 titik di SD sini," tambah Kompol Nurma.
Saat ini, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya bersama Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Selatan tengah berkolaborasi melakukan olah TKP. Penyisiran di lingkungan sekolah oleh Densus 88 dan Tim Gegana telah dilakukan.
Kronologi Teror Pesan Singkat Saat Upacara MPLS
Baca Juga: Mau Naik Bus ALS dari Jakarta ke Medan? Siapkan 6 Hal Ini Sebelum Berangkat
Aksi teror ini terbilang nekat karena dikirimkan tepat saat hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang, di mana pihak sekolah sedang menggelar upacara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto sebelumnya menjelaskan, ancaman tersebut masuk melalui pesan singkat (WhatsApp) dan diterima oleh guru dan petugas Tata Usaha (TU).
"Pesan bernada teror itu diterima oleh seorang guru dan seorang petugas tata usaha di tengah berlangsungnya upacara penyambutan siswa baru," ungkap Kombes Budi Hermanto.
Demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Polda Metro Jaya langsung menerjunkan satuan khusus antiteror ke lokasi kejadian untuk melakukan sterilisasi total.
"Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror langsung melakukan penyisiran di lingkungan sekolah. Siswa dan guru juga telah dievakuasi sebagai langkah keselamatan," tegas Kombes Budi Hermanto.
Guna kelancaran proses pemeriksaan, seluruh siswa dan wali murid yang berada di lokasi dipulangkan lebih awal ke rumah masing-masing untuk menghindari kepanikan massal.
Baca Juga: Polres Siak Tahan Kadishub Terkait Kasus Pemerasan Proyek Transportasi
Hingga saat ini, polisi menyatakan belum menemukan adanya indikasi barang atau benda mencurigakan di area sekolah. Pihak kepolisian juga mengimbau warga Jagakarsa dan sekitarnya untuk tetap tenang serta tidak menyebarkan rumor yang belum terverifikasi.