JawaPos.com - Warga Jakarta kini tidak perlu lagi menebak-nebak kondisi polusi saat ingin beraktivitas di luar ruangan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan Sistem Peringatan Dini atau Early Warning System (EWS) yang mampu memprediksi kualitas udara hingga tiga hari ke depan.
Layanan ini dapat diakses langsung oleh publik melalui situs resmi udara.jakarta.go.id.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menuturkan, langkah ini diambil agar masyarakat memiliki panduan yang lebih pasti sebelum menjadwalkan kegiatan luar ruangan, terutama bagi kelompok yang rentan terhadap polusi.
Baca Juga: Ramalan Shio Besok Sabtu 4 Juli 2026: Naga, Ular, Kuda, Kambing
"Kalau sebelumnya masyarakat hanya dapat melihat kondisi kualitas udara pada hari itu, sekarang sudah disiapkan prediksi hingga tiga hari ke depan," ujar Pramono Anung, Jumat (3/6).
Pramono berharap sistem ini bisa menjadi rujukan cepat bagi warga untuk mengambil langkah antisipasi yang diperlukan demi menjaga kesehatan keluarga.
Pantau Polusi Lebih Spesifik hingga Tingkat Kecamatan
Sistem peringatan dini ini membawa perubahan besar dalam penyajian data polusi. Informasi yang disajikan tidak lagi sekadar angka teknis, melainkan panduan taktis yang diklaim sangat ramah pengguna.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi menjelaskan, platform ini mengintegrasikan data dari tiga instansi sekaligus. Mulai dari data kualitas udara DLH, prakiraan cuaca BMKG, hingga rekomendasi kesehatan dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta.
Warga bisa memantau kondisi udara dengan cakupan yang jauh lebih spesifik.
"EWS menyediakan prakiraan kualitas udara hingga tiga hari ke depan pada tingkat kecamatan, sehingga warga dapat merencanakan aktivitas dengan lebih aman," tutur Dudi.
Dilengkapi Fitur Cek Risiko Kesehatan Mandiri
Selain menyajikan peta interaktif berbasis Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), platform udara.jakarta.go.id ini juga dibekali dengan fitur self-assessment atau penilaian mandiri.
Melalui fitur survei kesehatan ini, masyarakat dapat mengisi gejala yang dirasakan akibat paparan udara buruk. Sistem kemudian akan mengalkulasi tingkat risiko kesehatan pengguna, mulai dari kategori rendah, sedang, hingga tinggi.
Platform hasil kolaborasi dengan inisiatif global Breathe Cities (Bloomberg Philanthropies, Clean Air Fund, C40 Cities, dan Vital Strategies) ini juga menyediakan rekomendasi aktivitas real-time.
Rekomendasi tersebut disesuaikan khusus untuk kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, hingga penderita penyakit kronis, lengkap dengan informasi fasilitas kesehatan terdekat.
Dudi menegaskan, penanganan polusi udara adalah kerja jangka panjang yang membutuhkan sinergi kuat. Sementara pemerintah mematangkan regulasi dan sistem pantau, warga diimbau aktif memanfaatkan data ini untuk proteksi dini.