← Beranda
Sisa 600 Meter, Proyek Tanggul Kali Grogol Kemanggisan Dikebut Pakai APBD 2026
Ryandi ZahdomoKamis, 2 Juli 2026 | 23.23 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) DKI di Balai Sarbini, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6). (Istimewa)

 

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan proyek penataan Kali Grogol Segmen Kemanggisan, Jakarta Barat, segera rampung sepenuhnya. Sisa pekerjaan sepanjang 600 meter kini dikebut dengan anggaran daerah untuk menyulap kawasan yang dulunya rawan banjir dan kumuh ini menjadi infrastruktur yang kokoh.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat meninjau langsung progres di lapangan.

"Untuk Sungai Grogol segmen Kemanggisan ini, saya minta Sumber Daya Air untuk menyelesaikan sampai ujung yang kurang lebih 600 meter lagi, jalan yang seperti ini. Anggarannya sudah kita anggarkan di APBD kita. Jadi, pasti akan terselesaikan," ujar Pramono, Rabu (2/7).

 

Transformasi Total dari 'Kawasan Gelap' Jadi Bebas Banjir

Diketahui, kawasan Kemanggisan menyimpan memori kelam bagi warga sekitar. Dimana lima tahun lalu pemukiman di wilayah ini sempat terendam banjir hebat hingga menyentuh atap rumah.

Selain ancaman banjir, lokasi ini dulunya dikenal sebagai area yang tidak tertata dengan baik. Pramono mengapresiasi kolaborasi apik antara Dinas Sumber Daya Air (SDA), DPRD DKI, dan jajaran wilayah yang berhasil mengubah wajah kawasan ini.

"Tempat ini dulu tempat kumuh. Bahkan, mohon maaf, banyak orang yang mengatakan ini merupakan salah satu dunia sedikit gelap lah begitu. Salah satu tempat yang dulu dianggap tidak terselesaikan, dengan kerja sama yang baik, alhamdulillah bisa kita tangani,” ungkapnya.

 

Spesifikasi Infrastruktur Baru Kali Grogol Kemanggisan

Proyek masif ini dirancang secara komprehensif untuk meningkatkan kapasitas tampung air sekaligus memperkuat struktur tanah di sekitar sungai.

 

Berikut adalah rincian infrastruktur penahan banjir yang sedang dan telah dibangun:

- Tanggul & Parapet Beton: Dinding penahan banjir sepanjang 1.480 meter dipasang di sisi kanan dan kiri sungai, membentang dari Jalan Kemanggisan Utama Raya hingga Jalan Tol Merak–Jakarta.

- Jalan Inspeksi & Trotoar: Akses jalan baru dibangun untuk mempermudah petugas mengangkut sedimen atau sampah, lengkap dengan fasilitas trotoar yang aman bagi pejalan kaki.

- Saluran Gendong: Saluran khusus yang dibuat sejajar dengan sungai untuk menampung limpasan air langsung dari pemukiman warga agar tidak membebani tebing sungai.

Dinas SDA DKI Jakarta juga terus melakukan normalisasi tanpa mengubah luas penampang alami sungai, guna memastikan aliran air tetap lancar dan meminimalisir risiko longsor saat intensitas hujan tinggi.

 

Warning Keras Pemprov DKI: Jangan Ada Bangunan Liar!

Pasca-pembangunan selesai, tantangan terbesar berikutnya adalah merawat aset publik tersebut. Pramono memberikan instruksi tegas kepada Wali Kota Jakarta Barat beserta camat dan lurah setempat untuk menjaga area steril.

Jalan inspeksi yang telah dibangun tidak boleh disalahgunakan oleh pihak mana pun, terutama untuk mendirikan bangunan ilegal yang dapat mengganggu mobilitas petugas pemeliharaan sungai.

"Nanti kalau jalannya sudah selesai, tidak diperbolehkan siapa pun untuk membuat bangunan liar di atas jalan ini. Merawat itu terkadang lebih susah. Jangan sampai kemudian kita sudah buat turap tanggul yang baik, jalan yang baik, tetapi karena tidak dikelola dengan baik, itulah yang selalu menjadi persoalan kita bersama," imbuh Pramono.

 

EDITOR: Estu Suryowati