← Beranda
Kebakaran di TPA Jatiwaringin Banten, BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing untuk Padamkan Api
Syahrul YunizarRabu, 1 Juli 2026 | 19.44 WIB
TPA Jatiwaringin, Banten, kebakaran. BNPB kerahkan helikopter water bombing untuk pemadaman api. (BNPB)

JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan helikopter water bombing untuk memadamkan api yang membawa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten yang terjadi sejak Selasa siang (30/6).

Berdasar hasil asesmen tim Kedeputian Bidang Penanganan Darurat BNPB, sampai hari ini (1/7) kebakaran masih berlangsung dan berpotensi meluas.

Untuk itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menginstruksikan jajarannya untuk segera menuju lokasi guna melakukan asesmen lanjutan, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, serta memperkuat upaya pemadaman.

”Upayakan segera dipadamkan,” perintah jenderal bintang tiga dari Angkatan Darat tersebut.

Dari laporan petugas di lapangan, proses pemadaman mengalami kendala karena material yang terbakar didominasi sampah dan bahan mudah terbakar.

Selain itu, titik api berada pada tumpukan sampah dengan ketinggian tertentu. Akibatnya petugas pemadam kesulitan menjangkau titik tersebut.

Kondisi itu semakin buruk karena hembusan angin cukup kencang. Kondisi cuaca panas juga menyebabkan api semakin cepat menjalar ke berbagai arah.

Untuk mempercepat pengendalian kebakaran, kepala BNPB telah menginstruksikan pengerahan helikopter water bombing guna mendukung operasi pemadaman dari udara.

”Kami datangkan dua helikopter water bombing dan jika diperlukan lakukan operasi modifikasi cuaca,” ujarnya.

Atas arahan tersebut, helikopter water bombing jenis MI-8AMT dengan nomor registrasi RA-22834 direposisi dari Provinsi Jambi menuju Tangerang pada Rabu (1/7).

Sebelumnya, helikopter tersebut bertugas mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi.

Helikopter tersebut dibekali kapasitas angkut air mencapai 4.000 liter untuk menjatuhkan air langsung ke titik-titik api. Tidak hanya dari udara, upaya pemadaman kebakaran darat terus dilakukan dengan mengerahkan 10 unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai instansi.

”Petugas memfokuskan pemadaman pada area yang dapat dijangkau untuk menahan laju penyebaran api. Hingga saat ini, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 15 hektare,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

Menurut dia, dampak kebakaran juga mulai dirasakan oleh masyarakat sekitar. Sebanyak 15 jiwa atau 5 kepala keluarga mengungsi ke Balai Desa Tanjakan Mekar akibat terdampak asap kebakaran.

Guna mengantisipasi dampak terhadap kesehatan masyarakat, tim kesehatan disiagakan untuk memberikan pelayanan medis kepada warga yang mengalami gangguan pernapasan.

Petugas juga membagikan masker sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko paparan asap.

Terkait dengan aktivitas Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dia memastikan aktivitas bandara belum terdampak meski lokasi kebakaran berada sekitar 12 kilometer dari ujung barat landasan pacu atau runway bandara tersebut.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra