← Beranda
Kejar Target Turunkan Angka Stunting, Pemkot Tangsel Dorong Kader Posyandu Masuk sampai Gang Sempit
Syahrul YunizarSelasa, 23 Juni 2026 | 14.20 WIB
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyampaikan keterangan terkait dengan target menurunkan angka stunting jelang peringatan Hari Anak Nasional 2026. (Pemkot Tangsel)

 

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus berusaha mengejar target untuk menurunkan angka stunting. Menjelang peringatan Hari Anak Nasional pada 23 Juli mendatang, kader-kader posyandu didorong untuk lebih aktif bergerak sampai masuk gang sempit.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menegaskan komitmen tersebut. Senin (22/6) dia memerintahkan seluruh jajarannya di organisasi perangkat daerah (OPD), kader kesehatan, dan layanan kesehatan berbasis masyarakat menguatkan kolaborasi sebagai bagian dari langkah strategis mengejar target tersebut.

Tidak hanya sesaat, Benyamin ingin komitmen tersebut jangka panjang. Dia menekankan bahwa penanggulangan stunting menjadi salah satu prioritas. Itu sejalan dengan program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat (Pusat) di bawah kendali Presiden Prabowo Subianto.

”Hari Anak Nasional ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi apa saja yang sudah kita kerjakan, apa yang perlu ditingkatkan, dan apa yang harus dipertahankan,” kata Benyamin dikutip dari keterangan resmi.

Benyamin menyampaikan penegasan itu usai memberikan apresiasi kepada kader kesehatan dan petugas Ngider Sehat. Dia menyebut, penghargaan diberikan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menuju Hari Anak Nasional. Di hadapan ratusan kader, dia menekankan momen itu bukan sekedar agenda seremonial.

Menurut orang nomor satu di Tangsel tersebut, Hari Anak Nasional adalah momentum krusial untuk merefleksikan diri dan mengevaluasi efektivitas program kesehatan yang telah berjalan. Dia pun menekankan 2 pilar penting yang sangat penting.

”Ada 2 pilar penting, yakni Ngider Sehat Premium dan kader kesehatan Posyandu, yang selama ini menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam meningkatkan berbagai indikator kesehatan masyarakat,” imbuhnya.

Dalam implementasi di lapangan, Benyamin tidak ingin program tersebut hanya menjadi slogan di atas kertas. Karena itu, dia mendorong Tim Ngider Sehat Premium bersama kader Posyandu untuk bergerak lebih masif hingga masuk ke gang-gang sempit dan menyisir kawasan permukiman warga.

Dia ingin, kedua pilar tersebut melakukan pendampingan ketat dan identifikasi dini terhadap potensi kasus gizi buruk dan stunting. Kepada para kader, dia meminta interaksi langsung di lapangan fokus pada pemenuhan hak-hak dasar anak, khususnya pada aspek kesehatan dan pemenuhan gizi seimbang dalam 1.000 hari pertama.

”Kedua tim itu kami dorong untuk terus bergerak aktif mengidentifikasi kebutuhan nyata di masyarakat. Misalnya memastikan ketepatan pemberian makanan tambahan (PMT), melakukan pemeriksaan kesehatan anak secara berkala, dan merespons berbagai kebutuhan lain yang mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” terang dia.

Lebih lanjut, Benyamin mengingatkan bahwa intervensi penanggulangan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial dengan hanya mengandalkan sektor kesehatan saja. Sebab, gizi buruk berkelindan dengan faktor ekonomi dan lingkungan. Karena itu, Pemkot Tangsel berkomitmen memperkuat seluruh infrastruktur penunjang secara paralel.

Diantaranya dengan memastikan ketersediaan pangan yang bergizi bagi keluarga prasejahtera dan menciptakan lingkungan tempat tinggal yang sehat, bersih, dan higienis. Lewat penguatan program terintegrasi, dia optimistis target penurunan angka stunting dapat tercapai.

”Keberhasilan program kesehatan berskala kota tidak mungkin dicapai oleh pemerintah sendiri secara sepihak. Dibutuhkan kolaborasi, keringat, dan ketulusan dari seluruh elemen masyarakat, terutama kader kesehatan dan Tim Ngider Sehat Premium yang selama ini bekerja langsung di lapangan,” tegasnya.

EDITOR: Estu Suryowati