JawaPos.com - Kabar gembira bagi para pencinta konser dan suporter sepak bola di ibu kota. Masalah akut terkait akses transportasi dan minimnya kantong parkir di Jakarta International Stadium (JIS) akhirnya mulai menemukan titik terang lewat kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta dan Kementerian Perhubungan.
Tepat pada momen HUT ke-499 Kota Jakarta, Stasiun KRL JIS dan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Bersama BTN yang menghubungkan langsung kawasan Ancol ke JIS telah resmi beroperasi, Senin (22/6).
Langkah ini diharapkan menjadi solusi mutakhir untuk mengurai kemacetan parah yang kerap terjadi setiap kali stadion berkapasitas 82 ribu penonton tersebut menggelar acara besar.
Kantong Parkir Ancol Bakal Bebas Tiket Masuk Per Orang
Salah satu terobosan penting yang sedang digodok adalah perubahan skema tarif masuk Ancol bagi pengunjung yang hanya ingin memarkirkan kendaraannya untuk menuju ke JIS.
Selama ini, pengunjung Ancol wajib membayar tiket masuk per kendaraan sekaligus tiket perorangan sebesar Rp25.000.
Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (Ancol) Syahmudrian Lubis menuturkan, pihaknya tengah melakukan peninjauan ulang (review) agar pengunjung JIS tidak perlu lagi membayar tiket per kepala saat masuk gerbang Ancol.
"Kami sedang melakukan review untuk bagian-bagian Ancol yang mungkin kita tidak memberlakukan tarif kepada orang, tapi ada special zone di mana itu nanti hanya dikenakan untuk parkir saja. Orang-orangnya sudah tidak dikenai biaya lagi untuk masuk ke sana," ujar Dirut Ancol saat peresmian Stasiun KRL JIS, Senin (22/6).
Skema baru ini nantinya akan memisahkan pintu masuk Ancol menjadi dua jalur. Jalur pertama merupakan pintu khusus berbayar untuk pengunjung yang ingin menikmati wahana wisata Ancol, sedangkan jalur kedua dikhususkan untuk kawasan parkir tanpa biaya masuk per orang guna mengakomodasi kepentingan publik, termasuk para suporter bola.
Operasional KRL JIS Siap Diperpanjang hingga Larut Malam
Selain kantong parkir, integrasi Stasiun KRL JIS juga menjadi game changer bagi mobilitas penonton.
Menjawab kekhawatiran masyarakat mengenai jadwal operasional KRL reguler menuju Ancol/JIS yang biasanya berakhir pukul 21.30 WIB, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memberikan garansi fleksibilitas operasional.
Menhub Dudy menegaskan, PT KAI siap memperpanjang jam layanan kereta jika ada acara besar atau pertandingan sepak bola yang berlangsung hingga larut malam di JIS.
"Untuk penjadwalan kereta itu kita akan sesuaikan dengan event yang diselenggarakan oleh pihak Pemda, Ancol, maupun pihak JIS. Sesuai jadwal normal memang sampai dengan 21.30 WIB, tapi kalau ada event khusus di wilayah ini, maka pengoperasiannya akan kita perpanjang," tegas Menhub Dudy.
Saat ini, Stasiun KRL JIS sudah aktif melayani penumpang dengan waktu tempuh ke Stasiun Jakarta Kota hanya berkisar 10 hingga 15 menit. Kendati saat ini baru beroperasi dengan satu peron dan memiliki headway (waktu tunggu) sekitar 20-30 menit, Kemenhub menargetkan pengembangan stasiun ini menjadi stasiun permanen yang utuh dalam satu tahun ke depan.
"Sesuai dengan ini kita sampai dengan 21.30 WIB tapi kalau ada event khusus di wilayah ini maka pengoperasiannya akan kita perpanjang," katanya.
Kado Ulang Tahun Jakarta untuk Atasi Macet
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas kado ulang tahun Jakarta berupa aktivasi infrastruktur terpadu ini.
JPO penghubung sepanjang ratusan meter dari Ancol kini membuat penonton cukup berjalan kaki sekitar 300-400 meter saja untuk mencapai stadion.
"Problem utama di JIS ini adalah masalah parkir dan masalah transportasi. Maka dengan adanya KRL ini, kemudian Transjabodetabek, dan juga orang sekarang bisa parkir di Ancol, ini akan mengurangi banyak traffic lalu lintas yang selama ini menjadi persoalan," ujar Pramono.
Dengan adanya integrasi moda transportasi kereta, bus, serta kantong parkir yang ramah di kantong, kawasan utara Jakarta ini diproyeksikan berkembang menjadi pusat kegiatan olahraga dan hiburan yang jauh lebih ramah lingkungan dan bebas macet.