JawaPos.com - Kawasan Jakarta Pusat diprediksi akan mengalami kepadatan hari ini, Senin (22/6). Sejumlah elemen masyarakat, mulai dari aliansi mahasiswa hingga gerakan emak-emak bersatu, menjadwalkan aksi unjuk rasa besar-besaran di beberapa titik vital ibu kota.
Salah satu agenda yang mencuri perhatian adalah aksi massa yang menyuarakan dukungan terhadap program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain itu ada pula aksi dari Aliansi Cipayung Menggugat di DPR/MPR RI. Mereka menuntut pendidikan gratis, turunkan harga BBM dan evaluasi program MBG.
Polres Metro Jakarta Pusat mengonfirmasi bahwa sebanyak 3.761 personel gabungan telah diterjunkan untuk mengamankan situasi. Massa rencananya akan memadati dua titik utama, yakni kawasan Silang Selatan Monas dan di depan Gedung DPR-MPR RI.
Aparat yang bertugas merupakan gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, BKO TNI, serta unsur Pemerintah Daerah DKI Jakarta.
Instruksi Kapolres: Kedepankan Humanis, Dilarang Bawa Senpi
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung menegaskan, prioritas utama petugas adalah memberikan pelayanan dan memastikan hak berpendapat warga negara terpenuhi dengan aman.
Baca Juga: Menkes Budi Ungkap Bahaya Banyak Konsumsi Kecap Manis, Bisa Hipertensi!
Reynold memberikan instruksi ketat kepada seluruh personel di lapangan untuk menjaga profesionalitas dan tidak mudah terprovokasi oleh situasi yang dinamis.
"Kami menyiapkan personel untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi berjalan aman dan tertib. Kami mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, serta tetap mengutamakan keselamatan masyarakat maupun personel di lapangan," ujar Reynold, Senin (22/6).
Ia juga menggarisbawahi bahwa seluruh personel yang berjaga dilarang keras membawa senjata api (senpi) maupun senjata tajam guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Antisipasi Macet, Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan Secara Situasional
Mengingat aksi ini melibatkan berbagai elemen dengan titik konsentrasi massa di jantung kota, kepolisian mengimbau para pengguna jalan untuk mengantisipasi adanya hambatan arus lalu lintas.
Rekayasa arus kendaraan di sekitar Monas dan Gedung DPR-MPR RI akan diberlakukan secara situasional, tergantung pada perkembangan densitas massa di lapangan.
"Kami mengimbau masyarakat yang akan melintas di sekitar lokasi aksi agar mencari jalur alternatif," kata Reynold.
Pihak kepolisian juga meminta para peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban umum dan tidak melakukan tindakan anarkis yang dapat merugikan fasilitas publik.
Bagi warga DKI Jakarta yang memerlukan bantuan darurat atau ingin melaporkan gangguan keamanan di sekitar lokasi, layanan Call Center Polisi 110 tersedia gratis dan aktif selama 24 jam.