JawaPos.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membebaskan biaya transportasi umum dan destinasi wisata di Jakarta dalam tiga hari.
Program ini berlaku untuk seluruh masyarakat Indonesia tanpa kecuali, selama periode yang ditentukan.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan ketentuan program gratis transportasi dan wisata dalam rangka HUT ke-499 Jakarta.
Awalnya kebijakan ini khusus untuk pemegang KTP DKI Jakarta, tapi kini diperluas untuk seluruh pemegang KTP Indonesia.
"Untuk tanggal 22, 27, 28 (Juni) baik itu transportasi umum maupun fasilitas wisata yang dimiliki Jakarta.
Tidak hanya berlaku bagi KTP Jakarta tetapi bagi KTP Republik Indonesia," ujar Pramono kepada wartawan, Minggu (21/6).
Pramono menyebutkan perubahan ini dilakukan setelah mendapat masukan dari masyarakat yang ingin memanfaatkan program ini.
"Setelah mendapatkan masukan dari banyak pihak, terutama yang pengen memanfaatkan itu rata-rata dari luar Jakarta," ujarnya.
Selain menggratiskan transportasi dan destinasi wisata, Pemprov DKI juga menyiapkan kalender agenda budaya dan pariwisata untuk satu tahun ke depan.
Kalender ini untuk mempersiapkan HUT ke-500 Jakarta pada 2027 dan memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global.
"Kami sedang mendesain kalender kegiatan dari Januari sampai Desember 2027.
Setiap bulan akan ada kegiatan berskala internasional karena Jakarta sedang menuju kota global," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Sabtu (20/6).
Rano menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi panduan sektor pariwisata dan perhotelan menyiapkan atraksi pendukung.
Menurutnya, kegiatan budaya perlu dirancang sebagai pelestarian sekaligus penggerak wisata dan ekonomi kota.
Dia menyebutkan selama Natal hingga Idul Fitri lalu, terjadi perputaran ekonomi sekitar Rp68 triliun.
"Targetnya tentu meningkatkan jumlah kunjungan wisata.
Dengan kunjungan yang meningkat, fiskal Jakarta juga ikut tumbuh," ujar Rano.
Dalam rangkaian HUT Jakarta tahun ini, Pemprov DKI menggelar agenda keagamaan, termasuk Haul Ulama dan Habaib.
Agenda ini sebagai penghormatan pada tokoh yang membentuk sejarah Jakarta.
Industri perhotelan juga diajak mempromosikan budaya Betawi lewat kuliner, seni, dan pengalaman khas Jakarta.
Rano berharap kolaborasi dengan perhotelan membuat budaya Betawi lebih dekat dengan wisatawan.
Bentuk kolaborasi ini mencakup kuliner khas, pertunjukan tari tradisional, dan penyambutan tamu bernuansa Betawi.
"Kami memiliki sekitar 15 hotel yang sudah bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta.
Ini bagian dari upaya mengangkat budaya Betawi lewat aktivitas yang dekat dengan wisatawan," ungkap Rano.