JawaPos.com - Sebuah video memperlihatkan seorang pria diduga melakukan aksi pemalakan terhadap pekerja di depan Pegadaian kawasan Jalan Kramat Raya, Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, mendadak viral di media sosial.
Polres Metro Jakarta Pusat langsung meringkus terduga pelaku yang sempat merasa di atas angin tersebut.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold EP Hutagalung menegaskan pihaknya tidak tinggal diam. Penyelidikan intensif langsung dilakukan sesaat setelah video tersebut mencuat.
"Setelah menerima informasi terkait video viral, kami langsung memerintahkan jajaran Polsek Senen untuk melakukan pengecekan dan penyelidikan. Hasilnya, seorang pria yang diduga terlibat berhasil diamankan untuk dimintai keterangan," ujar Kombes Reynold, Rabu (17/6).
Baca Juga: Tegaskan Program MBG Tak Bisa Berhenti, Bakom RI: Sudah Kontrak Politik Presiden Prabowo
Langkah cepat ini menuai apresiasi dari warganet yang berharap kawasan Senen dan sekitarnya bisa bersih dari aksi premanisme yang merugikan para pekerja lapangan.
Kronologi Kejadian di Kramat Raya
Berdasarkan data yang dihimpun, aksi tidak terpuji ini terjadi pada Minggu (14/6) malam, tepatnya sekitar pukul 22.29 WIB. Suasana yang awalnya tenang mendadak tegang ketika sebuah mobil bak terbuka berwarna hitam terparkir di depan Pegadaian Jalan Kramat Raya.
Mobil tersebut diketahui tengah membawa peralatan untuk kegiatan bongkar pasang banner. Saat para pekerja sedang sibuk beraktivitas, muncul seorang pria berinisial YM, 43, yang diduga berada di bawah pengaruh zat terlarang.
YM kemudian menegur pekerja dengan nada intimidatif. Alih-alih menegur baik-baik, ia meminta para pekerja segera memindahkan kendaraan mereka dengan alasan dianggap menghalangi area tempatnya bekerja. Friksi inilah yang kemudian direkam dan memicu kemarahan publik setelah viral.
Pelaku Ditangkap di Rumahnya, Positif Narkoba
Pelarian YM ternyata berakhir singkat. Tim Unit Reskrim Polsek Senen yang mengantongi identitas pelaku langsung melakukan perburuan. Pada Senin (15/6) sekitar pukul 10.30 WIB, YM diciduk tanpa perlawanan di kediamannya di kawasan Kwitang, Senen, Jakarta Pusat.
Setelah digelandang ke markas kepolisian, fakta baru yang mengejutkan akhirnya terungkap. Kapolsek Senen Kompol Widodo Saputro menjelaskan, pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap kejadian tersebut.
"Anggota Reskrim Polsek Senen sudah mengamankan yang bersangkutan. Kami lakukan pemeriksaan awal, termasuk pengecekan urine dan hasilnya positif mengandung methamphetamine," kata Kompol Widodo.
Baca Juga: Kabar Gembira! Insentif Guru Madrasah Non-ASN Senilai Rp 1,5 Juta Mulai Cair Akhir Juni 2026
Hingga saat ini, polisi terus memperkuat bukti-bukti di lapangan. Serangkaian tindakan mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi kunci, hingga pengumpulan dokumentasi visual telah rampung dilakukan untuk melengkapi berkas perkara.
Laporkan Premanisme!
Kasus pemalakan pekerja di Senen ini menjadi alarm keras bagi masyarakat untuk tidak takut melawan premanisme. Pihak kepolisian menegaskan berkomitmen penuh untuk menyapu bersih segala bentuk intimidasi di ruang publik.
Masyarakat diimbau agar tidak segan melaporkan apabila menemukan adanya aksi premanisme atau gangguan keamanan.
Jika melihat adanya tindakan yang mengarah pada tindak pidana, segera laporkan melalui layanan kepolisian 110 agar dapat segera ditindaklanjuti.