← Beranda
Puluhan ASN Tangsel Belajar AI, Layanan Publik Makin Cepat
Syahrul YunizarRabu, 17 Juni 2026 | 15.37 WIB
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyampaikan keterangan kepada awak media terkait dengan program-program digital Pemkot Tangsel yang sudah diluncurkan. (Diskominfo Tangsel)

JawaPos.com - Sebagai bagian dari optimalisasi transformasi digital, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menggembleng puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) belajar artificial intelligence (AI).

Lewat workshop yang dimulai pada Senin (15/6), pegawai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, dan kelurahan diajari kompetensi AI.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyadari bahwa Pemkot Tangsel saat ini aktif memperkuat kapasitas ASN. Dia ingin ASN di Tangsel adaptif dan kompetitif di tengah disrupsi digital.

Karena itu, ASN tidak hanya diberi pemahaman tentang AI, tapi juga dilatih agar bisa memaksimalkan AI di tugas mereka. 

Melalui workshop bertajuk AI Empowerment for Government: Breaking the Limits, Mengakselerasi Kinerja ASN Masa Kini dengan Artificial Intelligence, Pemkot Tangsel menghadirkan pakar teknologi informasi ternama, Prof. Onno W. Purbo. Dia hadir langsung untuk menjelaskan ilmu terbaru tentang AI.

”Sekarang dunia sudah berubah, teknologi juga berkembang sangat cepat. Jadi, kita yang juga harus berubah dan menyesuaikan diri. Maka dari itu, Pak Wali (Kota Tangsel Benyamin Davnie) minta seluruh ASN dari semua OPD bisa memahami dan memanfaatkan kecerdasan buatan secara tepat,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tangsel TB Asep Nurdin dikutip Rabu (17/6).

Asep menyampaikan bahwa transformasi teknologi yang masif saat ini memaksa sektor birokrasi menanggalkan cara-cara konvensional. Pemda seperti Pemkot Tangsel dituntut merespons ekspektasi publik yang semakin tinggi terhadap efisiensi layanan.

Karena itu, instansi ini kini sudah memiliki peta jalan implementasi kecerdasan buatan. 

"Pak Wali Kota berpesan bahwa AI bukan lagi pilihan masa depan, melainkan kebutuhan mendesak hari ini. Selain itu, peran Diskominfo bukan hanya menyediakan infrastruktur siber, tapi juga memastikan ada lompatan budaya kerja (cultural shift) di birokrasi kita," ujarnya.

Kehadiran Prof. Onno W. Purbo diyakini menjadi jembatan agar ASN Pemkot Tangsel tidak gagap memanfaatkan AI. Asep menyebut adopsi AI di pelayanan akan dioptimalkan dalam fungsi taktis yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan publik.

"Dalam hal layanan pengaduan, kami mengarahkan integrasi AI berbasis Natural Language Processing (NLP) supaya sistem pengaduan warga aktif 24 jam. Warga tidak perlu menunggu jam kerja untuk mendapatkan kepastian prosedur perizinan atau kejelasan laporan perbaikan infrastruktur," jelasnya.

Khusus sektor kesehatan seperti Puskesmas, predictive analytics berbasis AI diyakini sangat membantu tenaga medis memetakan potensi lonjakan penyakit endemik di kelurahan secara dini. AI juga membantu merapikan sistem manajemen antrean.

Manfaat AI juga menyasar perencanaan daerah dan administrasi internal. Algoritma Machine Learning digunakan mengolah data makro sebagai Big Data kota supaya penyaluran bantuan sosial tepat sasaran dan objektif.

Di internal birokrasi, AI memotong rantai administrasi dengan mempercepat penyusunan dan peringkasan draf dokumen regulasi dari meja ke meja.

Namun, implementasi AI dalam birokrasi bukan tanpa hambatan. Asep menyampaikan prinsip kehati-hatian sangat penting, terutama terkait perlindungan data pribadi warga dan validitas informasi AI.

"Seperti yang sering diingatkan para pakar, kecerdasan buatan rentan terhadap bias data dan halusinasi informasi jika tidak dikontrol dengan baik. Maka, fungsi ASN sebagai analis tidak tergantikan, tapi diperkuat.

AI bertindak sebagai asisten pintar, tapi keputusan akhir dan validasi data tetap di tangan aparatur sipil yang berintegritas," jelasnya.

Pemkot Tangsel bakal mengambil 3 langkah konkret. Pertama, fokus meningkatkan skill set lewat pelatihan intensif supaya ASN mahir melakukan prompt engineering dalam tugas harian.

Kedua, menyusun regulasi lokal terkait tata kelola etis agar dokumen negara dan data kependudukan terjaga kerahasiaannya. Ketiga, modul cerdas itu akan diintegrasikan ke dalam satu pintu ekosistem aplikasi pelayanan publik Pemkot Tangsel.

"ASN harus memahami perubahan ini dan mampu mengintegrasikan teknologi AI ke dalam tugas dan tanggung jawab untuk memaksimalkan efisiensi dan efektivitas pelayanan," ucap Asep.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra