← Beranda
Terus Optimalkan Tangsel One, Pemkot Tangsel Berikan Layanan Digital 24 Jam Penuh
Syahrul Yunizar• Selasa, 16 Juni 2026 | 17.44 WIB
Kepala Dinas Kominfo Tangsel TB Asep Nurdin membeber langkah strategis Pemkot Tangsel dalam menangani masalah kualitas udara. (Pemkot Tangsel)

JawaPos.com - Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) terus mengoptimalkan Tangsel One. Bukan sekedar aplikasi, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tangsel menghadirkan super apps untuk memberikan layanan digital 24 jam penuh.

Kepala Diskominfo Tangsel TB Asep Nurdin menegaskan hal itu. Dia menyatakan bahwa Tangsel One dibangun sebagai sistem terintegrasi yang mampu menghadirkan layanan publik secara cepat dan mudah.

Sistem itu juga mampu memberi manfaat luas untuk masyarakat. Dalam transformasi digital yang dilakukan oleh Pemkot Tangsel, Diskominfo Tangsel tidak lagi mengutamakan aplikasi dari setiap instansi.

Asep menekankan bahwa pihaknya ingin hanya ada satu aplikasi yang bisa memenuhi segala kebutuhan masyarakat. Karena itu diciptakan Tangsel One sebagai wadah utama.

"Digitalisasi bukan berarti hanya menciptakan aplikasi-aplikasi untuk membantu kita secara administratif, tapi juga bagaimana mindset kita dalam problem solving, dalam melakukan solusi dan memberikan pelayanan terbaik buat masyarakat," kata dia dalam keterangan pada Selasa (16/6).

Pemkot Tangsel terus berusaha mengoptimalkan Tangsel One. Asep menyebut aplikasi tersebut jadi jawaban atas kritik publik yang menilai banyak aplikasi pemda tumpang tindih dan tidak efisien.

Tangsel One menyatukan puluhan layanan yang sebelumnya tersebar di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) ke dalam satu pintu yang terintegrasi.

"Melalui platform Tangsel One ini, masyarakat tidak perlu mengunduh banyak aplikasi lagi," jelasnya.

Kami sudah mengintegrasikan pelayanan administrasi kependudukan sehingga warga bisa mengurus dokumen sipil secara mandiri tanpa birokrasi tatap muka yang berbelit.

Tidak hanya itu, Tangsel One sudah mencakup akses terhadap layanan kesehatan terpadu.

Warga Tangsel sekarang mudah mendaftar untuk antre di faskes daerah dan memantau fasilitas medis yang tersedia. Khusus untuk sektor pendidikan, sistem PPDB Online juga masuk dalam Tangsel One.

"Agar masyarakat bisa memantau proses penerimaan siswa baru secara transparan dan realtime," imbuh Asep. Lebih jauh, platform tersebut dirancang untuk menjadi ruang interaksi antara pemerintah dengan warga.

Ruang itu terutama untuk menyelesaikan persoalan urban yang kerap dikeluhkan oleh masyarakat di Tangsel. Lewat Tangsel One, masyarakat bisa langsung membuat aduan.

"Semua itu diperkuat oleh asisten digital berbasis kecerdasan artifisial (AI) yang siap melayani petunjuk birokrasi dan menjawab kebutuhan publik selama 24 jam penuh," terang dia.

Bersamaan dengan hadirnya Tangsel One, Diskominfo Tangsel menggenjot kompetensi strategis pada bidang transformasi digital.

Langkah itu termasuk penguatan sektor keamanan siber atau cyber security. Tujuannya untuk melindungi data sensitif warga dan tata kelola data yang akuntabel.

Langkah ini juga mendukung pemanfaatan kecerdasan artifisial secara etis dan integrasi menyeluruh sistem pemerintahan. Lebih lanjut, Asep menyebut pihaknya tengah dalam fase krusial transformasi digital.

Di tengah eskalasi perkembangan teknologi yang bergerak eksponensial, aparat pemerintah tidak hanya perlu memahami teknologi. Mereka juga harus cekatan memanfaatkannya.

"Aparatur tidak boleh terjebak pada rutinitas administratif yang kaku. Mindset kita yang pertama harus diubah. Digitalisasi harus masuk ke dalam cara kita berpikir," tegasnya.

"Digitalisasi harus masuk ke dalam cara kita mengambil keputusan dan cara kita memberikan pelayanan kepada masyarakat," tambah dia.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra