← Beranda
Aksi Demo Hari Ini: 5.955 Personel Gabungan Jaga Jakarta Pusat, Simak Titik Lokasinya!
Ryandi Zahdomo• Senin, 15 Juni 2026 | 17.40 WIB
ILUSTRASI Demonstrasi. (DERY RIDWANSAH/JAWAPOS.COM)

JawaPos.com - Gelombang aksi unjuk rasa kembali digelar di Jakarta hari ini, Senin (15/6). Sebanyak 5.955 personel gabungan langsung dikerahkan ke sejumlah titik strategis di wilayah Jakarta Pusat.

Adapun, elemen massa yang turun antara lain Aliansi PERISAI dan Cipayung Jakarta Barat, PC PMII Jakarta Barat, GMNI Jakarta Barat, FMN, APWKS, AGRA, SPP, FAM UI, HMI Esa Unggul dan BEM Trisakti.

Petugas gabungan disebar di tiga lokasi utama yang menjadi pusat konsentrasi massa. Yakni, area Silang Selatan Monas, depan gedung DPR-MPR RI dan kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI). 

Pengamanan berskala besar ini diambil guna memastikan situasi di lapangan tetap kondusif sekaligus menjamin arus lalu lintas tetap bergerak di tengah penyampaian aspirasi masyarakat.

Penjagaan dilibatkan dari unsur Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, BKO TNI, hingga unsur Pemerintah Daerah (Pemda).

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung menegaskan, kehadiran ribuan personel ini murni sebagai bentuk pelayanan demi menjaga keamanan bersama. Pihak kepolisian berkomitmen penuh untuk menghormati hak setiap warga negara dalam menyuarakan pendapatnya.

"Kami menyiapkan personel untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi berjalan aman dan tertib. Kami mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, serta tetap mengutamakan keselamatan masyarakat maupun personel di lapangan," ujar Reynold, Senin (15/6).

Polisi Kedepankan Pendekatan Humanis

Mengantisipasi panasnya situasi di lapangan, Reynold memberikan instruksi tegas kepada seluruh bawahannya agar tetap berkepala dingin. Profesionalitas menjadi harga mati dalam pengawalan unjuk rasa kali ini.

"Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Layani masyarakat yang menyampaikan aspirasi dengan baik sesuai prosedur, serta tetap menjaga soliditas dalam pelaksanaan pengamanan," katanya.

Di sisi lain, Kapolres juga menitipkan pesan penting kepada seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat yang turun ke jalan agar tidak menodai aksi dengan tindakan anarkis.

"Kami menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Namun kami mengajak seluruh peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban, tidak anarkis, dan mematuhi aturan yang berlaku," jelasnya.

Skenario Rekayasa Lalu Lintas Situasional

Dampak langsung dari adanya aksi massa tentu saja potensi terjadinya kemacetan parah di jantung kota. Mengantisipasi hal tersebut, Ditlantas Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Pusat telah menyiapkan skema pengalihan arus kendaraan.

Masyarakat yang biasa beraktivitas di pusat kota disarankan untuk memantau situasi terkini dan memilih rute lain agar tidak terjebak kepadatan.

"Kami mengimbau masyarakat yang akan melintas di sekitar lokasi aksi agar mencari jalur alternatif. Pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara situasional melihat perkembangan di lapangan," ungkap Reynold.

Pihak Polres Metro Jakarta Pusat memastikan seluruh personel akan tetap bersiaga di lokasi hingga seluruh massa membubarkan diri secara teratur dan situasi kamtibmas benar-benar aman.

Bagi warga Jakarta yang mendapati adanya gangguan keamanan atau membutuhkan bantuan darurat, kepolisian mengingatkan untuk segera memanfaatkan layanan Call Center Polisi 110 yang beroperasi penuh selama 24 jam gratis.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah