← Beranda
Terekam CCTV: Detik-detik Pembacokan Pelajar SMK di Palmerah, 2 Pelaku Ditangkap saat Ujian
Ryandi ZahdomoKamis, 11 Juni 2026 | 00.38 WIB
Ilustrasi penganiayaan. (Ardika/Antara)

 

JawaPos.com - Aksi kekerasan yang melibatkan oknum pelajar kembali terjadi di Jakarta. Seorang siswa SMK berinisial F menjadi korban pembacokan brutal oleh sekelompok pelajar lain saat hendak berangkat sekolah. Peristiwa mencekam ini terjadi di kawasan Gang T, Palmerah Barat VI, Palmerah, Jakarta Barat, pada Selasa (9/6). Insiden ini sempat terekam kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian dan langsung viral di media sosial.

Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, korban terlihat sedang mengendarai sepeda motor sebelum akhirnya diserang secara mendadak oleh sekelompok pelajar yang juga menggunakan kendaraanbroda dua. 

Kapolsek Palmerah AKP Parman BM Nainggolan menjelaskan, insiden ini bermula ketika segerombolan pelajar tengah melintas di lokasi kejadian.

Tanpa alasan yang jelas, salah satu pelaku tiba-tiba turun dan memicu keributan. Aksi spontan tersebut langsung diikuti oleh pelaku lain yang membawa senjata tajam.

Baca Juga: Lindungi Anak dari Ancaman Judi Online, Kementerian PPPA: Bisa Timbulkan Kehancuran Finansial dan Sosial

"Salah satu langsung memukul pakai ikat pinggang dan itu memicu temannya untuk melakukan pembacokan. Kondisi korban saat ini mendapatkan perawatan tujuh jahitan di bahu kanan," ujar Parman, Rabu (10/6).

Akibat serangan tersebut, korban F mengalami luka robek yang cukup serius di bagian bahu kanan hingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Dua Pelaku Ditangkap Saat Sedang Ujian Sekolah

Menindaklanjuti video viral dan laporan masyarakat, pihak kepolisian bergerak cepat. Polsek Palmerah langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa rekaman CCTV untuk mengidentifikasi para pelaku penyerangan.

Tidak butuh waktu lama, polisi langsung meringkus dalang di balik aksi kekerasan ini. Petugas akhirnya mengamankan dua orang pelaku berinisial AS dan MF. Ironisnya, kedua remaja tersebut ditangkap pihak kepolisian saat mereka sedang mengikuti ujian di sekolahnya.

"Untuk saat ini yang diamankan baru dua pelaku, untuk yang lainnya itu nanti melihat pemeriksaannya. Karena kedua pelaku ini yang melakukan penyerangan menggunakan gesper dan celurit," katanya.

Polisi saat ini masih terus melakukan pengembangan untuk memburu pelaku lain yang ikut terlibat dalam rombongan bermotor tersebut.

Motif Penyerangan Masih Misterius

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, antara korban F dan para pelaku diduga kuat tidak saling mengenal dan tidak memiliki dendam pribadi sebelumnya. Polisi masih mendalami apa yang menjadi pemantik utama hingga para pelaku tega menganiaya korban secara brutal.

"Tindak lanjutnya nanti sesuai dengan pemeriksaan yang akan dilakukan oleh Reskrim Palmerah, tentunya akan dilakukan Undang-Undang Anak," tuturnya.

Baca Juga: KPK Tangkap 5 ASN BPK Terkait Kasus Dugaan Suap Bupati Muara Enim

Mengingat para pelaku masih berstatus di bawah umur, proses hukum dipastikan akan mengacu pada sistem peradilan pidana anak yang berlaku.

Sanksi Tegas dari Pemerintah Kecamatan Palmerah

Tragedi berdarah yang melibatkan anak sekolah ini memantik perhatian serius dari pemerintah setempat. Camat Palmerah Febriandi Suharto menegaskan, pihaknya tidak akan tinggal diam melihat aksi anarkis yang mencoreng dunia pendidikan di wilayahnya.

Meski begitu, pihak kecamatan masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwajib sebelum menjatuhkan sanksi atau tindakan disiplin terhadap para pelaku. Febriandi menyebutkan, ada regulasi ketat yang mengatur nasib peserta didik jika terbukti melakukan pelanggaran hukum berat.

"Nanti akan disesuaikan dengan regulasi yang ada. Tentunya rekomendasi akan melihat hasil pemeriksaan dan penelitian yang dilakukan pihak kepolisian serta sekolah," ujar Febriandi.

Kasus ini menjadi alarm keras bagi para orang tua dan pihak sekolah untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak agar tidak terjerumus dalam aksi kenakalan remaja dan kriminalitas jalanan.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan