← Beranda
Jalan Lenteng Agung Kembali Dibuka, DPRD Ingatkan Jangan Sampai Kejadian Serupa Kembali Terulang 
Bintang PradewoKamis, 4 Juni 2026 | 00.03 WIB
Petugas memperbaiki kondisi jalan yang amblas di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (29/5/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Ade Suherman, mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menangani kerusakan dan amblesnya Jalan Raya Lenteng Agung yang sempat mengganggu mobilitas warga selama beberapa hari terakhir.

Perbaikan yang dilakukan oleh jajaran Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, didukung Dinas Perhubungan DKI Jakarta, berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar 3x24 jam.

Saat ini ruas Jalan Raya Lenteng Agung telah kembali dibuka secara normal untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Kerusakan diketahui dipicu oleh saluran drainase lama yang mengalami korosi atau keropos sehingga menyebabkan amblesnya badan jalan.

Baca Juga: 4 Pemain Persija Jakarta akan Berjuang Bersama Timnas Indonesia di FIFA Matchday, Berikut Doa dan Bentuk Dukungan!  

Ade Suherman menyampaikan apresiasi kepada Gubernur DKI Jakarta, Wakil Gubernur DKI Jakarta, serta seluruh jajaran teknis yang bergerak cepat melakukan penanganan darurat sehingga dampak terhadap aktivitas masyarakat dapat diminimalkan.

“Kami mengapresiasi respons cepat Gubernur, Wakil Gubernur, Dinas SDA, Dinas Perhubungan, serta seluruh petugas di lapangan yang bekerja siang dan malam untuk memulihkan kondisi jalan. Keselamatan dan mobilitas warga harus menjadi prioritas utama,” ujar Ade Suherman.

Namun demikian, Ade mengingatkan bahwa keberhasilan memperbaiki kerusakan bukan berarti persoalan telah selesai. Menurutnya, kejadian ini harus menjadi alarm bagi seluruh instansi terkait untuk memperkuat pengawasan terhadap kondisi infrastruktur bawah tanah, saluran drainase, dan utilitas yang berada di bawah ruas jalan utama Jakarta.

“Yang tidak kalah penting adalah evaluasi menyeluruh. Jangan sampai pemerintah hanya cepat memperbaiki setelah kejadian, tetapi lemah dalam mendeteksi potensi kerusakan sebelum membahayakan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga: Microsoft ASSERT, Senjata Ampuh Cek Kepatuhan AI di Era Digital

Sebagai anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ade menilai gangguan pada infrastruktur jalan tidak hanya berdampak pada lalu lintas, tetapi juga berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, distribusi barang, produktivitas pekerja, dan pelayanan publik.

Ia meminta agar dilakukan audit berkala terhadap ruas-ruas jalan yang berada di atas saluran drainase tua maupun jaringan utilitas yang telah berusia puluhan tahun, khususnya di wilayah Jakarta Selatan yang memiliki tingkat mobilitas tinggi.

“Kita tidak ingin ada korban atau kerugian yang lebih besar akibat kerusakan yang sebenarnya bisa dideteksi lebih awal. Pengawasan harus lebih ketat dan lebih proaktif,” katanya.

Ade juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas instansi, termasuk antara Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Perhubungan, PAM JAYA, PLN, operator telekomunikasi, serta pihak-pihak yang memiliki jaringan utilitas di bawah jalan.

Menurutnya, setiap pekerjaan maupun pemeliharaan utilitas harus memiliki sistem monitoring yang jelas agar tidak menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kekuatan struktur jalan.

Baca Juga: JFX Catat Aktivitas Perdagangan Produk Turunan Minyak Sawit Tumbuh 267 Persen sepanjang Mei 2026

“Jakarta sedang bergerak menuju kota global. Infrastruktur dasar seperti jalan dan drainase harus memiliki standar pengawasan yang sama seriusnya dengan pembangunan proyek-proyek besar lainnya,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Ade Suherman meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadikan peristiwa Lenteng Agung sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat sistem deteksi dini dan inspeksi berkala terhadap seluruh ruas jalan strategis di Jakarta.

“Jangan tunggu jalan ambles baru bergerak. Yang dibutuhkan warga adalah pemerintah yang mampu mencegah masalah sebelum terjadi. Itu ukuran pelayanan publik yang sesungguhnya,” pungkasnya.

EDITOR: Bintang Pradewo