JawaPos.com - Arak-arakan seni sisingaan atau odong-odong di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, berujung tragedi berdarah. Tiga orang seniman odong-odong dilaporkan tewas seketika akibat tersengat aliran listrik tegangan tinggi, sementara dua lainnya kini dalam kondisi kritis di rumah sakit.
Dikutip dari Pojok Bekasi (JawaPos Group), peristiwa memilukan ini terjadi di Kampung Cibereum RT03 RW03, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Selasa (2/6) sore.
Kronologi Tragedi Odong-odong Tersengat Listrik di Cikarang
Berdasarkan keterangan saksi mata, petaka ini bermula saat rombongan kesenian asal Subang tersebut hendak melanjutkan aksi arak-arakan keliling kampung setelah sempat beristirahat. Sekitar pukul 16.00 WIB, mereka kembali mengarak gerobak besar yang menyerupai bak mobil.
Namun, langkah rombongan terhenti saat melintasi lokasi kejadian. Gerobak sound sistem yang mereka bawa tersangkut kabel listrik yang melintang rendah di jalanan kampung.
Niat menghindari hambatan justru berbuah petaka. Salah satu pemain odong-odong berinisiatif mengangkat kabel tersebut dengan tangan kosong agar gerobak bisa lewat.
Seketika, aliran listrik tegangan tinggi langsung menyengat tubuhnya dan merembet cepat ke rekan-rekan di sekitarnya.
Anggota Satlinmas Desa Mekarmukti, Pitung, 70, membeberkan detik-detik mencekam tersebut di lokasi kejadian.
"Awalnya habis istirahat, terus jalan lagi. Pas maju, ketemu kabel. Ada yang ngangkat kabel supaya bisa lewat, awalnya satu orang yang kena. Begitu kesetrum, merembet ke yang lain, yang ngangkat kabel itu langsung kena, terus yang megang atau dekat dia ikut kesetrum," ujar Pitung, Selasa (2/6).
Seluruh Korban Merupakan Kru Kesenian
Sengatan listrik tersebut langsung membuat panik warga sekitar. Beruntung, efek setruman tidak meluas ke penonton atau warga yang menyaksikan arak-arakan tersebut.
Pitung memastikan bahwa kelima korban murni merupakan bagian dari rombongan seni sisingaan tersebut.
"Korban semuanya pemain odong-odong, dari grup kesenian itu, warga tidak ada yang kena," kata Pitung.
Pihak kepolisian pun langsung bergerak cepat mengevakuasi para korban ke rumah sakit terdekat begitu menerima laporan dari warga.
Polisi Lakukan Penyelidikan Mendalam
Kasi Humas Polres Metro Bekasi AKP Alyani mengonfirmasi jumlah korban dalam insiden maut ini. Pihak medis sempat berupaya menyelamatkan para korban, namun tiga di antaranya tidak tertolong.
"Korbannya ada lima orang, semuanya sempat dibawa ke rumah sakit, tiga orang meninggal dunia dan dua orang lainnya masih menjalani perawatan," katanya.
Hingga saat ini, area tempat kejadian perkara telah diamankan. Polisi masih terus mengumpulkan bukti dan memeriksa sejumlah saksi mata guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan kerja ini.
"Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan sehingga belum bisa memberikan jawaban lebih lanjut. Semua masih dalam proses penyelidikan," ungkap Alyani.