JawaPos.com - Penipu berkedok wedding organizer (WO) menggunakan beragama modus untuk mendapatkan banyak korban dalam skala besar di Jakarta Timur (Jaktim).
Di antaranya membuat promosi murah di aplikasi media sosial (medsos) Instagram dan menutup kantor pada H-1 hari pernikahan para korban yag merupakan calon pengantin. Dengan cara itu pelaku berhasil meraup miliaran rupiah. Kini sang pelaku sudah berhasil ditangkap jajaran Polres Metro Jakarta Timur dan mendekam di balik jeruji besi.
Puluhan Calon Pengantin Gigit Jari, Kerugian Tembus Rp 2,6 Miliar
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal mengatakan, jumlah korban penipuan WO Marwah ini mencapai puluhan pasangan. Sebagian besar dari mereka bahkan terancam batal menikah karena seluruh dana yang disetorkan telah raib.
"Berdasarkan data sementara hasil pendataan dan laporan yang diterima, tercatat sebanyak 58 calon pengantin diduga menjadi korban. Dari jumlah tersebut, 2 pasangan telah melaksanakan pernikahan namun tidak memperoleh fasilitas sesuai yang dijanjikan, sedangkan 56 pasangan lainnya belum dapat melaksanakan acara pernikahan yang telah direncanakan," ujar Alfian dalam unggahan media sosialnya dikutip Minggu (31/5).
Angka kerugian dalam kasus penipuan ini diprediksi akan terus membengkak. Polisi masih terus membuka posko pengaduan karena meyakini masih banyak korban lain yang belum melapor.
Proses rekapitulasi data korban dan aliran dana terus berjalan intensif. Total kerugian sementara yang tercatat dari sebagian korban saja sudah menyentuh sekitar Rp 2,6 miliar. "Hingga saat ini, dari 24 korban yang telah terdata, total kerugian yang dilaporkan mencapai sekitar Rp 2.658.885.000. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses pendataan dan pemeriksaan terhadap korban lainnya yang masih berlangsung," lanjutnya.
Baca Juga: Reformasi Kepolisian di Bawah Presiden Prabowo Harus Kembalikan Marwah Polri Sebagai Penegak Hukum
Pasutri Pemilik WO Marwah Resmi Ditangkap Polisi
Dalang di balik penipuan massal ini ternyata merupakan pasangan suami istri (pasutri) berinisial RM dan ER. Keduanya merupakan pemilik langsung dari WO Marwah yang beroperasi di kawasan Jakarta Timur.
Aparat kepolisian langsung melakukan penangkapan setelah mengantongi bukti-bukti yang cukup dari laporan para korban. Penangkapan pasutri ini menjadi titik terang bagi puluhan calon pengantin yang mencari keadilan.
Penyelidikan tidak berhenti pada penangkapan kedua pelaku saja. Polisi kini fokus menelusuri ke mana saja aliran dana miliaran rupiah milik para korban tersebut dilarikan oleh pelaku.
Kombes Alfian menegaskan bahwa proses hukum akan dilakukan secara transparan dan tuntas. Pihaknya juga meminta masyarakat yang merasa menjadi korban WO Marwah untuk segera melapor ke Polres Jakarta Timur.
"Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur terus melakukan pendalaman guna mengungkap secara menyeluruh modus operandi yang digunakan serta memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku," tuturnya.
Baca Juga: Momen Saat Owner Wedding Organizer Ayu Puspita Dibikin Nyaris Menangis oleh Para Korbannya
Modus Licik WO Marwah: Umbar Promo Murah di Instagram
Kasus penipuan massal ini pertama kali mencuat setelah pasangan calon pengantin asal Bekasi, Aldi, 32, dan Feny, 32, berani bersuara. Mereka menjadi salah satu korban yang mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.
Kedua korban awalnya tergiur dengan promosi yang gencar dilakukan oleh akun media sosial WO tersebut. Tampilan visual yang meyakinkan membuat mereka tanpa ragu mentransfer uang muka. "Awalnya, saya dapat info dari Instagram. Setelah lihat daftar harga (price list) dan paket-paketnya, saya bayar DP dulu. Total kerugian Rp 85,5 juta," kata Feny, dikutip dari Antara.
Modus operandi pelaku tergolong sangat rapi untuk mengelabui para korbannya. Mereka sempat menggelar sesi test food dan fitting baju pengantin di kantor mereka untuk meyakinkan calon pengantin bahwa WO mereka profesional.
Feny sempat melihat langsung kesiapan para vendor, dekorasi, hingga pihak katering saat acara uji coba makanan tersebut. Hal inilah yang membuat dirinya percaya dan langsung melunasi seluruh pembayaran pada awal April 2026.
Namun, kedok WO Marwah mulai terbongkar menjelang hari pernikahan. Korban mulai curiga saat sesi technical meeting yang digelar daring berjalan sangat singkat dan tidak profesional.
Puncaknya terjadi pada H-10 acara, saat pihak gedung Islamic Center Bekasi mengabarkan bahwa uang sewa gedung belum dibayarkan oleh WO. Saat Aldi dan Feny mendatangi kantor WO Marwah di JGC pada H-1 pernikahan, kantor tersebut sudah kosong melompong dan pelaku tidak bisa dihubungi.