JawaPos.com - Aksi nekat melawan arus berujung petaka di Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Sebuah rekaman CCTV memperlihatkan detik-detik menegangkan seorang pengendara motor terjatuh dan tercebur ke dalam lubang jalan amblas sedalam tiga meter pada Jumat (29/5), sekitar pukul 04.00 WIB.
Peristiwa ini mendadak viral dan menjadi sorotan netizen karena sang pemotor terperosok saat berkendara di jalur yang salah.
Kronologi Pemotor Lawan Arus Tercebur Lubang Amblas
Kejadian bermula saat pemotor tersebut melaju melawan arah dari arah Depok menuju Lenteng Agung. Berdasarkan rekaman CCTV, pengendara sebenarnya sempat mencoba berbelok untuk menghindari kerusakan jalan. Namun malang, motornya tetap tergelincir di area pinggir hingga akhirnya tercebur ke dasar lubang.
Seorang warga setempat, Bonang, mengungkapkan bahwa korban sebenarnya sudah sempat diperingatkan oleh masyarakat di sekitar lokasi kejadian sebelum insiden itu terjadi.
"Dia itu katanya abis dari warung beli rokok terus mau pulangnya lawan arah. Padahal udah diteriakin sama warga ada lobang tapi dia jalan terus dan akhirnya jatuh sama motornya juga," ujar Bonang, Jumat (29/5).
Beruntung, pengendara motor tersebut selamat dan tidak mengalami luka yang fatal. Proses evakuasi kendaraan yang tercebur pun langsung melibatkan petugas pemadam kebakaran (Damkar).
"Untungnya enggak luka parah. Udah pulang orangnya, motornya juga diangkat sama Damkar," tutur Bonang.
Lalu Lintas Lenteng Agung Sempat Tersendat
Jalan amblas di Lenteng Agung ini diketahui sudah terjadi sejak Kamis (28/5) malam. Kerusakan jalan tersebut menyisakan lubang menganga yang cukup besar dan dalam pada jalur yang mengarah dari Pasar Minggu menuju Depok.
Akibat besarnya ukuran lubang, arus lalu lintas di kawasan tersebut sempat mengalami penyempitan. Pengendara yang melintas hanya bisa menggunakan lajur paling kanan secara bergantian.
Penyebab Jalan Amblas: Saluran Air Keropos
Pihak berwenang langsung turun tangan ke lokasi untuk memeriksa penyebab utama ambrolnya jalan vital tersebut. Kasatpel Sumber Daya Air (SDA) Jagakarsa, Sartono, menjelaskan bahwa insiden ini dipicu oleh infrastruktur saluran air bawah tanah yang sudah berumur.
"Penyebabnya ada crossing dengan hong ukuran kurang lebih 3 meter. Karena usia, hong tersebut keropos. Akibatnya, terjadi longsoran dengan lebar lubang 3 meter, tinggi 3 meter, dan panjang kurang lebih 16 meter," ujar Sartono, Jumat (29/5).
Kondisi Jalan Sudah Rapuh Sebelum Amblas
Sebelum jalan tersebut ambrol total, pihak SDA bersama Dinas Bina Marga DKI Jakarta sebenarnya sudah mendeteksi adanya kejanggalan dan melakukan survei lokasi pada Kamis pagi. Rambu peringatan dan perbaikan awal pada jalan bergelombang sempat dilakukan.
Namun, karena padatnya volume kendaraan di jalur utama tersebut, rambu-rambu diduga terabaikan oleh pengguna jalan hingga akhirnya aspal amblas sepenuhnya pada malam hari.
Baca Juga: Jalan Raya Lenteng Agung Ambles 16 Meter, Ini Jalur Alternatif ke Depok Biar Nggak Macet
"Ini baru pertama kalinya kejadian ambles seperti ini. Sebelumnya kami sudah analisa, tapi karena posisi air yang dalam, kami tidak bisa masuk ke dalam hong untuk mengecek kondisi pastinya. Setelah ambles ini baru ketahuan bahwa hong-nya memang sudah rapuh," jelas Sartono.