← Beranda
Kebakaran Gudang Plastik di Cengkareng Belum Sepenuhnya Padam selama 7 Hari, Ini Penyebabnya
Dinarsa KurniawanSenin, 25 Mei 2026 | 23.08 WIB
Petugas damkar kembali memadamkan kebakaran gudang plastik di Cengkareng, Jakarta Barat. (Istimewa)

 

 

JawaPos.com - Meski sudah memasuki hari ketujuh pada Senin (25/5) siang, kebakaran gudang plastik di Cengkareng, Jakarta Barat, ternyata masih belum padam sepenuhnya. Titik api dilaporkan kembali menyala hari ini.

Bara api yang tertimbun di bawah reruntuhan bangunan membuat si jago merah kembali berkobar pada Minggu (24/5) malam. Asap hitam masih mengepul dari dua titik api di balik puing-puing bangunan.

Tiga unit mobil pemadam kebakaran (damkar) bersama 25 personel masih terus berjibaku di lokasi untuk menyemprotkan air secara manual.

Beton dan Baja Ambruk Sumbat Akses Air
Proses pemadaman kebakaran gudang plastik Cengkareng ini menghadapi kendala besar. Konstruksi lantai dua bangunan yang runtuh total membuat material beton dan baja menutupi sumber api utama di dasar gudang. Di bawah reruntuhan itulah, material biji plastik terus membara.

Kasie Sarana Operasi Damkar Jakarta Barat Danang Darul Fadli menyebut, posisi api sangat sulit dijangkau oleh petugas.

"Sebenarnya kita proses pemadaman harusnya sudah selesai. Karena ini tumpukan yang sangat berat nih, tumpukan dari baja sama beton yang lantai dua yang ambruk itu menutupi titik api," ujar Danang, Senin (25/5).

Kondisi material di dalam gudang juga memperparah keadaan. Sifat plastik yang menyimpan panas membuat bara api tetap awet di bawah reruntuhan.

"Plastik-plastik, biji plastik di dalam itu masih menyala, jadi susah untuk kita jangkau karena ketimbunan dari bahan bangunan tadi, beton dan juga baja yang menutupi akses air tuh bisa masuk sampai ke bawah," kata Danang.

Ekskavator Rusak Jadi Kendala Utama
Petugas damkar sebenarnya sangat membutuhkan alat berat seperti ekskavator untuk membongkar dan mengurai puing-puing tebal tersebut. Sayangnya, satu-satunya ekskavator bantuan dari pemilik gudang justru mengalami kerusakan.

"Nah, kita butuh beko, dari awal sudah kita minta bantuan dari yang punya gudang tersebut. Nah, tapi bekonya enggak maksimal, kebetulan saat ini kondisinya lagi rusak," ungkap Danang.

Ketiadaan alat berat ini membuat kerja personel Sudin Gulkarmat Jakbar menjadi tidak maksimal. Petugas damkar siap bersiaga 24 jam, namun alat berat sebelumnya hanya beroperasi beberapa jam saja dalam sehari.

"Jadi kami masih minta ke pemilik gudang untuk mendatangkan beko baru. Karena kalau tidak pakai beko, kita hanya menyiram dari atas, tidak bisa untuk mengeruk sampai bawah. Tidak akan padam apinya," sambungnya.

Sempat Ditinggal, Api Kembali Berkobar
Karena tidak ada alat berat yang beroperasi, pihak damkar sempat mengambil keputusan untuk menarik sebagian personelnya demi efisiensi anggaran operasional.

"Makanya kemarin kami sempat tarik personel dulu sebentar karena memang bekonya enggak ada, supaya bisa maksimal dan tidak buang-buang anggaran operasional ya," jelas Danang.

Langkah ini diambil karena penyemprotan manual dinilai sia-sia dan hanya membuang bahan bakar minyak (BBM) tanpa hasil yang efektif. Namun, tak lama setelah petugas kembali ke markas pada Minggu sore, api justru kembali menyala dan memicu kepanikan warga.

"Ternyata semalam ada penyalaan api lagi. Ada beberapa bara plastik yang belum tersentuh dengan titik air karena belum terjangkau ileh kami, jadi kembali lagi operasi hari ini," ucap Danang.

Meski sempat memicu kekhawatiran, Danang memastikan situasi saat ini sudah terkendali. Api dipastikan tidak akan meluas ke permukiman sekitar.

Baca Juga: Kebakaran Binus Kemanggisan Pagi Ini, Kuliah Dialihkan ke Zoom, Mahasiswa Kebingungan

"Aman. Sudah tidak berbahaya, sudah kita lokalisir, tidak kemana-mana apinya. Hanya yang ada di titik lokasi tersebut saja gitu," tuturnya. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan