JawaPos.com - Pemprov DKI Jakarta bergerak cepat memperketat pengawasan pemotongan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Masyarakat diimbau untuk melakukan pemotongan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) resmi.
Langkah ini diambil demi menjaga higienitas daging dan mencegah pencemaran lingkungan di ibu kota.
BUMD DKI Perumda Dharma Jaya menyatakan kesiapannya untuk menjadi pusat pemotongan hewan kurban utama di Jakarta. Kesiapan ini didukung oleh fasilitas RPH semi-mekanik yang sudah mengantongi sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV) serta sertifikasi halal.
Kapasitas RPH Dharma Jaya dan Jaminan Higienis
Fasilitas yang mumpuni membuat Dharma Jaya mampu menangani lonjakan permintaan pemotongan hewan kurban dengan cepat dan bersih.
Baca Juga: Simak Jadwal Shalat untuk Wilayah Semarang Hari Ini Sabtu, 23 Mei 2026
"Fasilitas pemotongan semi-mekanik kami memiliki kapasitas operasional mencapai 200 hingga 250 ekor per hari," ujar Direktur Bisnis Perumda Dharma Jaya Irwan Nusyirwan, Jumat (23/5).
Untuk mendukung kelancaran proses tersebut, ratusan tenaga kerja terampil telah disiagakan di lapangan.
Dia juga menyebutkan bahwa Dharma Jaya juga menyiapkan sekitar 100 personel profesional untuk mendukung proses pemotongan. Mereka terdiri atas juru sembelih halal (juleha) bersertifikat hingga tim pengemasan daging kurban.
Dipercaya Lembaga Negara dan Dijamin Bebas Penyakit
Berkat fasilitasnya yang standar tinggi, banyak instansi besar yang memilih menggunakan jasa Dharma Jaya pada Iduladha tahun ini.
Irwan menjelaskan, sejumlah lembaga negara dan organisasi kemasyarakatan telah mempercayakan pengelolaan hewan kurban kepada Dharma Jaya. Di antaranya Mahkamah Agung, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, Komisi Pengawas Persaingan Usaha, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.
Keamanan kesehatan hewan juga menjadi prioritas utama. Setiap sapi atau kambing yang datang wajib melewati proses skrining medis yang ketat.
"Seluruh hewan kurban yang masuk akan diperiksa dokter hewan untuk memastikan bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK) maupun penyakit menular lainnya," tambahnya. Selain itu, Dharma Jaya juga menyiapkan fasilitas rantai dingin atau cold chain guna menjaga kualitas daging hingga diterima masyarakat.
Stok Hewan Kurban di Jakarta Dipastikan Aman
Lalu, bagaimana dengan ketersediaan hewan kurban di Jakarta secara keseluruhan? Masyarakat tidak perlu khawatir karena pasokan tahun ini dinilai sangat mencukupi.
Baca Juga: Simak Jadwal Shalat untuk Wilayah Magelang Hari Ini Sabtu, 23 Mei 2026
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan A. Sidabalok menuturkan, Pemprov DKI memastikan pasokan hewan kurban di Jakarta dalam kondisi aman dan cukup. Hewan kurban yang masuk datang dari sejumlah daerah sentra peternakan. Di antaranya, Jawa Timur, Jawa Tengah, Lampung, dan Nusa Tenggara Barat.
Pemerintah daerah juga terus memantau pergerakan angka dan pemeriksaan fisik hewan di berbagai titik penampungan.
"Kami memperkirakan jumlah hewan kurban yang masuk ke Jakarta tahun ini mencapai 83.388 ekor. Sedangkan jumlah hewan yang dipotong diprediksi sebanyak 77.436 ekor," terangnya.
Data Dinas KPKP DKI per 20 Mei 2026, ada sebanyak 41.833 ekor hewan kurban telah diperiksa di 467 lokasi penampungan hewan kurban (TPnHK). Jumlah tersebut terdiri atas 17.910 sapi, 80 kerbau, 20.323 kambing, dan 3.534 domba.