JawaPos.com - Sebanyak 7.345 personel gabungan resmi disiagakan untuk mengamankan aksi unjuk rasa memperingati Hari Kebangkitan Nasional di Jakarta Pusat, Rabu (20/5). Ribuan personel ini dikerahkan ke sejumlah titik strategis guna memastikan situasi ibu kota tetap kondusif. Rekayasa lalu litnas (lalin) sekitar gedung DPR diberlakukan.
Massa aksi yang turun ke jalan berasal dari berbagai elemen masyarakat. Mulai dari Pengurus Besar Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI), PGMM, GM PRO, FGSNI, IGSS PLPGI, FGHM, FTHMI, FKSS, hingga AGMM. Titik utama penyampaian aspirasi ini dijadwalkan berlangsung di kawasan Gedung DPR/MPR RI.
Fokus Pengamanan Humanis dan Persuasif
Sebelum diterjunkan ke lapangan, apel kesiapan pengamanan sudah digelar sejak pukul 06.00 WIB di Plaza Parkir Timur Senayan. Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono menekankan pentingnya menjaga profesionalisme dan melarang keras personel terpancing provokasi.
"Laksanakan tugas pengamanan dengan penuh tanggung jawab, humanis, dan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat maupun personel di lapangan. Layani saudara-saudara kita yang menyampaikan aspirasi dengan baik sesuai prosedur," ujar Brigjen Pol Dekananto, Rabu (20/5).
Senada dengan Wakapolda, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E. P. Hutagalung memastikan bahwa kepolisian akan mengawal aksi ini dengan pendekatan yang bersahabat.
"Kami telah menyiapkan 7.345 personel untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa. Pengamanan dilakukan secara profesional, humanis, dan mengedepankan upaya persuasif," ujar Kombes Pol Reynold.
Kombes Pol Reynold juga menegaskan bahwa kehadiran ribuan personel ini merupakan bentuk pelayanan Polri dalam menjamin hak konstitusional warga negara.
"Kami menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Namun kami juga mengimbau agar peserta aksi tetap tertib, tidak anarkis, dan mematuhi aturan yang berlaku," katanya.
Info Rekayasa Lalu Lintas di Depan Gedung DPR
Untuk mengantisipasi kemacetan parah, polisi telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi unjuk rasa. Pengalihan arus ini bersifat situasional, tergantung pada kepadatan massa di lapangan.
"Arus lalu lintas di sekitar kawasan kantor DPR/MPR RI akan diberlakukan pengalihan secara situasional. Kami mengimbau masyarakat yang akan melintas agar mencari jalur alternatif untuk menghindari kepadatan," jelas Reynold.
Pihak kepolisian juga meminta para pengguna jalan untuk bekerja sama dengan petugas yang berjaga demi kenyamanan bersama. "Kami mengimbau kepada masyarakat pengguna jalan agar tetap mematuhi petunjuk petugas, menjaga keselamatan, dan menyesuaikan rute perjalanan guna menghindari titik-titik kepadatan di sekitar lokasi aksi," imbuhnya.
Hingga saat ini, Polres Metro Jakarta Pusat memastikan pengamanan ketat akan terus berjalan sampai seluruh rangkaian aksi Hari Kebangkitan Nasional selesai dan bubar dengan tertib.