← Beranda
Tragis! Kronologi Pria Tewas di Biliar Grogol Jakbar, Berawal dari Pacar Ditonjok Kasus Saling Tatap
Ryandi ZahdomoSelasa, 19 Mei 2026 | 05.09 WIB
Ilustrasi pembunuhan

 

JawaPos.com - Tragedi berdarah menimpa seorang pria bernama Dico Milandika, 28. Ia meregang nyawa setelah menjadi korban pengeroyokan di sebuah tempat biliar di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Ironisnya, insiden penganiayaan di tempat biliar Grogol ini diduga kuat dipicu oleh masalah yang sangat sepele, yaitu saling tatap mata antar pengunjung.

Kakak korban Mita mengungkapkan, petaka ini bermula saat kekasih Dico tidak sengaja menatap seorang wanita lain di lokasi tersebut. Rupanya, tatapan itu menyulut emosi pelaku.

Situasi mendadak memanas ketika wanita yang merasa diperhatikan itu langsung menghampiri kekasih korban secara agresif.

"Nah, setelah itu ceweknya Dico disamperin sama cewe yang diliatin, ditanya, ‘Lu ngapain ngeliatin gue?’ gitu. Nah, terus si ceweknya bilang, ‘Enggak, gua enggak melihatin.’ Tiba-tiba itu langsung ditonjok. Ceritanya sih seperti itu, ditonjok bagian hidungnya," kata Mita saat ditemui di kediamannya, Senin (18/5).

Baca Juga: Rano Karno Kepincut CopenHill Denmark, Tempat Olah Sampah yang Disulap Jadi Arena Ski

Melihat kekasihnya dipukul di bagian hidung, Dico langsung pasang badan. Ia berusaha membela dan menanyakan alasan pemukulan tersebut. Sayangnya, tindakan Dico justru membuat suasana makin runyam. Cekcok mulut pun pecah dan memicu keterlibatan belasan orang lain di lokasi.

Korban Jatuh dari Lantai Dua
Ketegangan yang makin tidak terkendali itu berubah menjadi pengeroyokan brutal. Berdasarkan informasi yang diterima pihak keluarga, Dico sempat menjadi bulan-bulanan massa sebelum akhirnya terjatuh dari lantai dua tempat biliar tersebut.

"Sempat dipukulin sih. Kan CCTV juga sudah banyak ya. Ya sempat dipukulin. Nah, jatuhnya itu enggak tahu karena kedorong kah, atau emang sengaja didorong, atau gimana saya juga enggak tahu ya jatuhnya," tutur Mita.

Mita menambahkan, jumlah pelaku yang diduga ikut mengeroyok adiknya mencapai sekitar 15 orang. Padahal, saat itu Dico hanya datang bersama lima orang temannya untuk sekadar bermain biliar.

'Ber-enam. Tiga cewek, tiga cowok. Nah, aku juga enggak tahu ya maksudnya yang mereka bertiga itu ke mana, gitu kan. Atau lagi misah, atau lagi gimana, saya juga enggak tahu. Belum tahu," lanjutnya.

Alami Pendarahan Otak hingga Meninggal Dunia
Akibat pengeroyokan brutal tersebut, Dico langsung dilarikan ke RS Tarakan dalam kondisi koma. Setelah berjuang melewati masa kritis selama beberapa hari, korban akhirnya mengembuskan napas terakhir.

"Kalau korban itu kan masuk rumah sakit hari Minggu ya, Minggu pagi. Meninggal itu hari Kamis pagi jam 4 juga. Dan info dokter itu meninggal karena pendarahan di otak. Pendarahan di otak sama ada luka di dada," ungkap Mita.

Baca Juga: ART Hera Bongkar Kekerasan Fisik dan Verbal di DPR, Begini Tanggapan Pihak Erin

Kasus penganiayaan di tempat biliar Grogol ini telah dilaporkan oleh pihak keluarga ke Polsek Grogol Petamburan sesaat setelah kejadian. Hingga kini, aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memburu para pelaku.

Mita dan keluarga besarnya berharap polisi bisa segera menangkap seluruh gerombolan pelaku, terutama sosok wanita yang memicu awal keributan.

"Kita berharap pelaku dikasih hukuman yang seberat-beratnya. Terutama yang cewek yang main tonjok itu. Cewek itu awal pemicu dari semuanya," terang Mita.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan