JawaPos.com - Maraknya aksi kriminalitas jalanan di ibu kota, khususnya yang menyasar warga negara asing (WNA), tengah menjadi sorotan tajam. Menanggapi situasi ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa keamanan warga dan wisatawan tetap menjadi prioritas utama pemerintahannya.
Pernyataan ini muncul menyusul rentetan kasus penjambretan yang menimpa sedikitnya empat turis asing di kawasan Jakarta Pusat dalam sebulan terakhir.
"Kami berkoordinasi dengan jajaran aparat pendekah hukum terutama dengan kepolisian untuk penanganan persoalan di lapangan yang seperti ini segera teratasi," ujar Pramono Anung di Jakarta Barat Senin (18/5).
Baca Juga: Surat Cinta Netizen The Jakmania ke Manajemen Persija, Dijamin Juara Musim Depan?
Integrasi Ribuan Kamera CCTV Jakarta untuk Keamanan Kota
Sebagai kota metropolitan dengan dinamika yang sangat tinggi, kerawanan sosial memang menjadi tantangan tersendiri bagi Jakarta. Pramono mengakui bahwa mengelola keamanan kota sebesar Jakarta bukanlah perkara mudah. Namun, ia memastikan jajarannya tidak akan tinggal diam.
"Bahkan pada hari ini kami akan melakukan kerjasama dengan Kapolda Metro Jaya untuk bagaimana CCTV di seluruh Jakarta itu baik yang dimiliki oleh pemerintah DKI Jakarta maupun oleh Polda Metro Jaya maupun instasi lain maupun gedung-gedung yang tingkatnya lebih dari 4 sekarang ini bisa kita koordinasikan dengan baik dan kalau itu bisa dilakukan itu bisa sebagai monitoring awal orang yang mau berperilaku untuk tidak baik di Jakarta," jelas pria yang akrab disapa Mas Pram tersebut.
Baca Juga: 11 Daftar Oleh-Oleh Khas Lumajang yang Wajib Dibeli, Ada Pisang Agung hingga Tape Pisang
Langkah sinkronisasi ribuan kamera pengawas di seluruh penjuru Jakarta ini diharapkan mampu mendeteksi potensi kejahatan secara dini, sekaligus mempercepat proses penangkapan para pelaku kriminal jalanan.
Rentetan Kasus Jambret WNA di Jakarta Pusat yang Viral
Aksi kriminalitas jalanan ini kian meresahkan setelah serangkaian video penjambretan turis asing viral di media sosial. Dalam kurun waktu satu bulan, wilayah Menteng dan sekitarnya menjadi lokasi rawan yang paling disorot.
Berikut adalah rentetan kasus penjambretan WNA di Jakarta dalam satu bulan terakhir:
1. WN Jerman Dijambret di Dekat Posbloc
Seorang warga negara Jerman menjadi korban penjambretan di dekat pelican crossing kawasan Jalan Lapangan Banteng Utara, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Minggu (19/4) sore. Saat hendak menyeberang jalan, dua pelaku yang berboncengan motor nekat naik ke atas trotoar dan merampas ponsel korban. Aksi berani ini terekam dashcam mobil warga yang melintas. Tiga hari setelah kejadian, polisi berhasil membekuk dua pelaku berinisial Y dan F.
Baca Juga: INFJ Banget, Yoojung Menangis Saat Syuting Video Konser I.O.I
2. WNA Perempuan Dijambret di Cikini
Kasus berikutnya menimpa seorang perempuan WNA saat berjalan kaki di dekat halte bus bawah jembatan kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jumat (1/5) malam. Pelaku yang berboncengan motor menyambar ponsel korban dalam hitungan detik. Korban sempat histeris dan mencoba mengejar pelaku. Seorang saksi mata dengan akun irvan_hw membagikan kisah ini di Threads.
3. WN Italia Tersungkur di Bundaran HI
Kawasan ring satu Bundaran HI pun tidak luput dari incaran penjahat. Seorang WNA asal Italia berinisial CL menjadi korban penjambretan pada Kamis (14/5) saat sedang memesan transportasi online di pinggir jalan.
Ketika ponselnya dirampas pelaku bermotor merah, korban berusaha mengejar hingga terjatuh dan tersungkur di aspal.
4. WN Polandia Kehilangan HP di Kebon Sirih
Baca Juga: Rupiah Bisa Sentuh Rp 20 Ribu per Dolar AS Sebelum Akhir Juni, Begini Analisanya
Nasib serupa menimpa WNA asal Polandia, Andrezej Skorski, di kawasan Kebon Sirih, Menteng. Namun, lewat respons cepat aparat kepolisian, ponsel milik korban berhasil ditemukan kembali dalam waktu kurang dari 24 jam. Melalui video di akun Instagram Polsek Metro Menteng, Andrezej menyampaikan apresiasi dan pujian tinggi atas kesigapan jajaran kepolisian Jakarta.
Maraknya aksi kriminalitas jalanan yang menyasar wisatawan asing ini menjadi alarm keras bagi sektor pariwisata ibu kota. Sinergi antara Pemprov DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya melalui optimalisasi jaringan CCTV diharapkan mampu mengembalikan rasa aman, baik bagi warga lokal maupun turis mancanegara.