JawaPos.com - Kasus pelajar yang ditemukan bersimbah darah di kawasan Terminal Grogol, Jakarta Barat, akhirnya terungkap. Sempat viral dengan narasi pembegalan, polisi kini memastikan bahwa insiden berdarah pada Kamis (7/5) malam tersebut murni merupakan konflik antar-pelajar.
Kapolsek Grogol Petamburan AKP Reza Aditya menegaskan, hasil penyelidikan membantah adanya aksi begal. Peristiwa di Jalan Satria itu dipicu oleh perselisihan dua kelompok pemuda.
Kronologi Kejadian: Berawal dari Nongkrong Berujung Penyerangan
Baca Juga: Mimi Ungkap Penghasilan Pertamanya Bukan dari Oh My Girl Tapi YouTube
Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula saat sekelompok pelajar sedang berkumpul atau "nongkrong" di depan Terminal Grogol. Suasana yang semula tenang berubah mencekam saat kelompok lawan datang membawa senjata tajam.
"Mereka berkumpul di depan terminal Grogol. Saat sedang berkumpul, ada sekelompok orang yang mau menyerang mereka. Saat melihat kelompok penyerang, mereka lari membubarkan diri, tapi ada yang tetap dikejar oleh kelompok ini sehingga terjadilah penyerangan tersebut," jelas Reza, Kamis (14/5).
Misteri Motor Hilang yang Sempat Dikira Begal
Baca Juga: Yang Hyun Suk Disebut Larang BABYMONSTER Jadi Brand Ambassador Mewah
Narasi begal sempat menguat karena motor korban hilang dari lokasi kejadian. Namun, tim kepolisian berhasil melacak keberadaan kendaraan tersebut di wilayah Tambora.
Motor tersebut ditemukan tergeletak di sebuah gang, bukan dikuasai oleh pelaku begal untuk dijual. Meski begitu, siapa yang membawa motor tersebut dari lokasi kejadian masih menjadi tanda tanya besar.
"Jadi kita juga sudah dapatkan untuk BB (Barang Bukti) motornya yang pada saat kejadian hilang. Motor itu ditemukan ditinggalkan begitu saja di sebuah gang di daerah Tambora," katanya.
Reza menambahkan, polisi kesulitan mengidentifikasi pelaku pemindah motor karena minimnya pemantauan kamera pengawas di titik tertentu.
"Ini masih kita lakukan penyelidikan. Sementara yang kita dapatkan adalah BB motornya. Kami sudah cek CCTV dan tanya warga sekitar, tapi tidak ada yang melihat siapa yang menaruh motor itu," ujarnya.
Berakhir Damai, Polisi Beri Peringatan Keras
Meski insiden ini mengakibatkan luka serius, AKP Reza menyebutkan bahwa pihak-pihak yang terlibat memilih untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan atau damai.
Kendati demikian, pihak kepolisian meminta para orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak mereka, terutama saat jam malam guna menghindari kejadian serupa.
"Kami juga menghimbau kepada seluruh masyarakat, terutama para orang tua, agar menyampaikan kepada anak-anaknya jika sudah tidak ada kepentingan di luar lebih baik di rumah saja," tegas Reza.
Kondisi Terkini Korban di RS Sumber Waras
Baca Juga: 4 Zodiak yang Paling Menyesal karena Sempat Membuang Waktu dengan Mantannya
Kabar baiknya, kondisi pelajar yang menjadi korban penyerangan tersebut kini dilaporkan mulai stabil. Setelah mendapatkan perawatan intensif di RS Sumber Waras, korban menunjukkan progres pemulihan yang signifikan.
"Untuk korban saat ini kondisinya sudah membaik. Yang bersangkutan masih dirawat di rumah sakit, tapi alhamdulillah kondisinya sudah jauh lebih baik," imbuhnya.