JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi menetapkan sembilan agenda utama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026. Langkah ini untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global inklusif sekaligus menekan angka kemiskinan secara signifikan. Salah satunya adalah dengan cara mengelola sampah bisa dapat uang.
Dalam rapat pleno di Balai Kota, Rabu (13/5), Pramono menegaskan akses keuangan harus menjadi motor penggerak ekonomi warga. Fokus utamanya adalah menciptakan lapangan kerja berkualitas serta mendukung ekonomi kerakyatan sesuai visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. "Dalam kondisi ekonomi saat ini, seluruh potensi yang dapat menggerakkan ekonomi harus kita optimalkan," ujar Pramono Anung, Rabu (13/5).
Insentif Kelola Sampah dan Pemberdayaan RW Kumuh
Program yang disorot adalah integrasi isu lingkungan ke dalam sistem keuangan. Pramono menyasar potensi insentif berbasis keuangan bagi usaha seperti hotel, restoran, dan rumah tangga yang berhasil kelola sampah.
Selain itu, penurunan jumlah RW kumuh sejak 2017 hingga 2025 jadi momentum emas untuk pemberdayaan masyarakat bawah. "Jumlah RW kumuh di Jakarta turun sangat signifikan sejak 2017 hingga 2025. Momentum ini perlu didukung TPAKD melalui pemberdayaan masyarakat, khususnya kader PKK, Jumantik, Dasawisma, dan kelompok perempuan lainnya," katanya.
Dorong UMKM Naik Kelas dan Jakarta Kota Sinema
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan perhatian khusus pada pelaku usaha kecil. Program bantuan iuran BPJS Kesehatan pekerja informal dan digitalisasi pembayaran UMKM terus diperkuat. "UMKM juga harus menjadi perhatian utama, khususnya pelaku UMKM di pasar rakyat dan sektor informal," tegas Pramono.
Jakarta kini membidik status sebagai 'Kota Sinema'. TPAKD diminta mendukung ekosistem industri kreatif nasional agar Jakarta bukan hanya pusat bisnis, tapi juga pusat konten kreatif global.
Capaian Gemilang pada 2025
Sepanjang tahun 2025, TPAKD Jakarta mencatat angka impresif, di antaranya:
- Penyaluran Kredit: Program Level-Up Jakarta Entrepreneur mengucurkan Rp117,63 miliar ke lebih dari 4.660 debitur.
- Ekraf & Film: Pembiayaan Rp26,59 miliar untuk 531 UMKM klaster produk dan Rp4,3 miliar untuk produksi film.
- Literasi Pelajar: Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) mencapai 341.703 rekening baru, atau 119 persen dari target awal.
9 Program Prioritas TPAKD 2026
Dengan tema "Optimalisasi Akses Keuangan", berikut sembilan agenda yang akan dikebut pada 2026:
1. Pengembangan Ekonomi Kreatif.
2. Level-Up Jakarta Entrepreneur.
3. Digitalisasi Keuangan Inklusif.
4. Ekosistem Keuangan di Kepulauan Seribu.
5. Penguatan Keuangan Syariah (EPIKS).
6. Perluasan Rekening Pelajar (KEJAR).
7. Edukasi Keuangan Nasional (GENCARKAN).
8. Pengembangan Ekonomi Hijau (Green Economy).
9. Penyusunan Peta Jalan (Roadmap) TPAKD 2026–2030. (*)
Rapat ini dihadiri jajaran OJK Jabodebek, Bank Indonesia DKI Jakarta, dan pimpinan BUMD. Ini bentuk komitmen lintas sektor memajukan ekonomi warga Jakarta. (*)