JawaPos.com - Sanoeri, 41, pedagang tahu goreng yang menjadi korban kecelakaan mobil operasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bekasi, dinyatakan meninggal dunia, Selasa (12/5).
Korban mengembuskan napas terakhir setelah sempat berjuang melewati masa kritis di Rumah Sakit Siloam Sentosa akibat luka berat di bagian kepala.
Kronologi Meninggalnya Korban
Sanoeri tidak mampu bertahan setelah lapak dagangannya dihantam mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Kalimantan Raya, Bekasi Timur. Penanganan medis intensif telah dilakukan, namun takdir berkata lain.
Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Aren Jaya, Lambang Kara, mengonfirmasi kabar duka ini.
"Korban meninggal dunia di Rumah Sakit sekitar pukul 14.40 WIB setelah sebelumnya sempat mengalami perawatan. Saat ini jenazah masih di rumah sakit dan sedang persiapan menuju rumah duka," ujar Lambang dikutip dari Radar Bekasi (JawaPos Group), Selasa (12/5).
Pihak kelurahan pun menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam bagi keluarga almarhum yang tinggal di Jalan Aren Jaya 3. Lambang mendoakan agar keluarga diberikan kekuatan ekstra dalam menghadapi musibah ini.
"Kami berharap almarhum ditempatkan di sisi terbaik Allah SWT dan keluarga diberikan ketabahan," tambahnya.
Rencana Pemakaman di TPU Mangunjaya
Suasana duka menyelimuti kediaman korban. Menurut Ketua RT 07 RW 02, Sri, jenazah akan segera dikebumikan di tempat peristirahatan terakhir pada sore hari ini juga.
"Insyallah akan disemayamkan di TPU Mangunjaya," ujar Sri saat ditemui di rumah duka.
Detik-Detik Kecelakaan Maut
Insiden memilukan ini bermula ketika mobil operasional program Makan Bergizi Gratis diduga hilang kendali saat hendak berputar arah sekitar pukul 11.00 WIB. Benturan keras tersebut menghancurkan lapak tahu crispy dan ayam goreng milik korban.
Seorang saksi mata, Yuli, 53, menceritakan betapa mencekamnya suasana saat kejadian berlangsung.
"Ini langsung lewat mobilnya, suaranya kencang banget, duar. Jadi pas mau balik badan, udah langsung hancur di sini," kata Yuli.
Ia juga melihat langsung kondisi para korban sesaat setelah tabrakan terjadi. Menurutnya, dampak kecelakaan tersebut sangat fatal bagi para pedagang yang sedang mencari nafkah.
"Jadi tukang gorengannya kita lihat udah ngegeletak di jalan, ini pedagang tahu krispi sama fried chicken," katanya.
Selain Sanoeri, sopir dan kenek mobil tersebut juga dilaporkan mengalami luka-luka. Sang sopir dikabarkan mengalami pendarahan serius di bagian kepala.
"Dievakuasi empat orang, salah satunya sopir, itu kepalanya posisinya udah berdarah-darah gitu," kata Yuli.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih mendalami penyebab pasti kecelakaan yang melibatkan kendaraan operasional program nasional tersebut.