JawaPos.com - DPRD DKI Jakarta memberikan masukan kepada BUMD agar melakukan optimalisasi aset secara maksimal dan produktif.
Dengan demikian, BUMD mampu meningkatkan kontribusi pendapatan bagi daerah. Sehingga pemanfaatan aset lebih efektif, transparan, dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh mendorong optimalisasi aset dan strategi pembiayaan kreatif guna meningkatkan pendapatan perusahaan.
Seperti Sarana Jaya. Komisi B menyarankan agar pemanfaatan asset secara maksimal. Khususnya pada kawasan strategis.
"Bagaimana bisa dijadikan pendapatan lebih buat Sarana Jaya," ujar Nova.
BUMD lainnya yakni Jakarta Propertindo (Jakpro). Perusahaan daerah yang satu ini diharapkan kembali fokus pada model bisnis yang menghasilkan pendapatan berulang.
Baca Juga: Komisi B DPRD DKI Dorong Optimalisasi Layanan MRT Jakarta
“Sebab Jakpro selama ini basicnya penugasan yang banyak di sana,” tutur Nova.
Ke depan, sumber pendapatan yang bersifat pasti dan berkelanjutan harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan usaha Jakpro.
“Pengelolaan aset ini bisa menjadikan hasil yang maksimal,” ucap Nova.
Komisi B juga meminta Jakpro fokus pada pengelolaan aset. Seperti, Jakarta International Stadium (JIS), Taman Ismail Marzuki (TIM), dan Velodrome.
Dengan begitu, mampu memberikan kontribusi optimal. “Fokus saja dengan beban yang ada sekarang,” kata Nova.
Begitu pula dengan Perumda Dharma Jaya. Komisi B mendorong perusahaan plat merah itu memperluas lini usaha.
Meskipun Dharma Jaya punya keterbatasan. Yakni, penyediaan pangan bersubsidi dengan margin keuntungan yang relatif terbatas.
Dharma Jaya secara kekhususan hanya menjadi lini usaha yang bergerak dari PSO. Berdasarkan dari makanan bersubsidi.
"Nilai keuntungannya mencapai 10 sampai 15 persen (saja),” ungkap Nova.
Baca Juga: Tingkat Kesejahteraan Nelayan Jadi Perhatian Komisi B DPRD DKI Jakarta
Oleh karena itu, perlu strategi baru untuk menyeimbangkan kinerja perusahaan. “Memang ada beban di beberapa BUMD kita. Ini sangat berat sekali ya,” jelas Nova.
Meski demikian, Komisi B mendorong Dharma Jaya mendiversifikasi usaha dengan memperluas pasar. Termasuk mengembangkan produk bernilai tambah. “Masuk ke pasar-pasar modern,” ungkap Nova.
Melalui perluasan lini usaha, Dharma Jaya mampu menjalankan fungsi pelayanan publik dan meningkatkan daya saing.
Dengan begitu, BUMD tersebut bisa berkontribusi terhadap pendapatan daerah secara berkelanjutan. “Misalnya (perbaharui) packaging, seperti itu ya, atau melakukan pengolahan bahan baki sapi dan lain-lain,” pungkas Nova.