← Beranda
Suspek Hantavirus Muncul di Jakarta Utara, Pemprov DKI Akui Masih Tahap Pemeriksaan Lab
Ryandi ZahdomoJumat, 8 Mei 2026 | 17.52 WIB
Ilustrasi penyebaran Hantavirus. (Ratopati)

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini tengah memperketat pengawasan kesehatan setelah munculnya laporan kasus suspek Hantavirus di wilayah Jakarta Utara. Penyakit yang dibawa oleh tikus ini menjadi sorotan setelah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merilis data terbaru pekan ini.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Chico Hakim menegaskan, pihaknya tidak tinggal diam. Tim kesehatan terus memantau situasi di lapangan untuk mencegah penyebaran lebih luas.

"Pemprov DKI Jakarta memantau secara aktif perkembangan kasus suspek Hantavirus, termasuk satu kasus suspek di Jakarta Utara yang dilaporkan Kemenkes. Kami terus berkoordinasi erat dengan Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dan puskesmas setempat," ujar Chico Hakim kepada JawaPos.com, Jumat (8/5).

Baca Juga: Followers Instagram Mendadak Berkurang, Meta Akhirnya Buka Suara 

Update Kasus: 6 Orang Positif di Jakarta

Hingga minggu ke-16 tahun 2026, Jakarta mencatat total akumulasi 6 kasus positif Hantavirus sejak tahun 2024. Kabar baiknya, seluruh pasien lama telah tertangani dengan baik.

Untuk satu kasus suspek terbaru di Jakarta Utara, statusnya saat ini masih menunggu hasil pengujian laboratorium.

"Dua kasus suspek terbaru (satu di Jakarta Utara) masih dalam tahap pemeriksaan laboratorium oleh Kemenkes. Belum ada penambahan kasus konfirmasi positif pada minggu ini," tambah Chico.

Tips Cegah "Penyakit Tikus" di Rumah

Pemprov DKI mengimbau warga untuk memperketat kebersihan lingkungan atau Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Langkah sederhana seperti menutup rapat makanan dan membuang sampah pada tempatnya sangatlah krusial.

"Bersihkan rumah rutin, pakai masker dan sarung tangan saat membersihkan area kotor atau bekas tikus," pesan Chico Hakim kepada warga Jakarta.

Selain itu, warga diminta untuk menutup lubang-lubang di rumah yang bisa menjadi akses masuk tikus dan menghindari menumpuk barang di tempat gelap.

Gejala yang Harus Diwaspadai

Penyakit ini tidak boleh diremehkan karena memiliki tingkat kematian yang cukup tinggi, terutama jika menyerang paru-paru. Segera hubungi fasilitas kesehatan jika Anda mengalami gejala berikut setelah berinteraksi dengan area yang banyak tikusnya:

- Demam tinggi mendadak dan sakit kepala.

- Nyeri otot dan rasa lemas hebat.

- Batuk dan sesak napas.

- Gangguan pada fungsi ginjal.

 

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah