JawaPos.com-Tragedi memilukan pecah di kawasan Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur pada Selasa (5/5) sore. Sebuah aksi tawuran remaja yang terjadi sekitar pukul 18.15 WIB berakhir dengan jatuhnya korban jiwa.
Seorang pria bernama Nur Hasan, 45, warga Jagal, dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Ironisnya, korban bukanlah pelaku tawuran, melainkan warga yang berniat baik untuk membubarkan keributan.
Bentrokan antar kelompok ini berlangsung mencekam di sekitar jalur rel kereta api. Berdasarkan informasi dari akun Instagram Warung Jurnalis, dua kelompok yang terlibat tawuran diduga berasal dari wilayah yang bertetangga.
"Aksi tawuran antar dua kelompok remaja tersebut diduga warga kebon singkong vs cipinang jagal," tulis unggahan tersebut dikutip Rabu (6/5).
Hingga saat ini, penyebab pasti dari bentrokan tersebut masih misteri dan belum bisa dipastikan oleh pihak terkait.
Detik-detik Korban Tertabrak Kereta
Saat situasi memanas, Nur Hasan berupaya masuk ke tengah kerumunan untuk melerai agar aksi saling serang tidak meluas. Namun, di tengah kekacauan tersebut, posisi korban berada di lintasan rel kereta yang aktif.
Nahas, sebuah KRL melintas di saat yang bersamaan. Karena situasi yang sangat kacau, kecelakaan tidak dapat dihindari.
"Seorang warga Bernama Nur Hasan (45) warga Jagal Tew4s tertabrak kereta KRL saat melerai aksi tawuran tersebut," tulis akun tersebut lebih lanjut.
Saksi mata menyebutkan bahwa korban sebenarnya hanya ingin menghentikan bentrokan. Namun, suasana yang penuh teriakan dan warga yang berlarian membuat peringatan akan datangnya kereta tidak terdengar dengan jelas.
Penjelasan Kepolisian
Sementara itu, Kapolsek Duren Sawit Sutikno membenarkan insiden tawuran tersebut. Ia mengaku langsung mendatangi lokasi guna membubarkan tawuran.
"Saya bersama personel polsek Duren Sawit dan TP 3 polres Jaktim , semalam ke TKP untuk membubarkan aksi tersebut. Sampai saat ini tetap jaga posko terpadu," ujarnya kepada JawaPos.com, Rabu (6/5).
Baca Juga: Tawuran Pelajar Makin Brutal, Pemerintah Turun Tangan Lewat Kemah Kebangsaan dan Anti Radikalisme
Baca Juga: Aksi Tawuran di Dramaga Menelan Korban, Remaja 15 Tahun Meninggal Dunia
Tawuran pun bubar sekitar pukul 18.45 WIB. Hingga kini, kata Sutikno, pihaknya masih berjaga di lokasi guna mencegah tawuran kembali. (*)