JawaPos.com - Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya pada Senin sore (4/5) memicu kenaikan status di sejumlah pintu air. Akibatnya, beberapa titik di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat kini terendam genangan air dengan ketinggian yang bervariasi.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, curah hujan tinggi menyebabkan kenaikan Tinggi Muka Air (TMA) di Pos Pesanggrahan, Pos Depok, dan Pos Angke Hulu yang kini berada pada status Siaga 3.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan menuturkan, hingga pukul 18.00 WIB, tercatat ada 4 RT dan 2 ruas jalan utama yang terdampak.
"BPBD mencatat saat ini terdapat 4 RT dan 2 Ruas Jalan Tergenang," ujar Yohan, Senin (4/5).
Berikut adalah rincian wilayah yang mengalami genangan:
- Jakarta Selatan: Kelurahan Cilandak Timur (2 RT).
- Jakarta Barat: Kelurahan Sukabumi Selatan (2 RT).
Ketinggian air di pemukiman warga tersebut dilaporkan mencapai 30 hingga 120 cm. Selain intensitas hujan yang ekstrem, luapan Kali Krukut menjadi faktor utama air merendam kawasan tersebut.
Akses Jalan Terputus di Jakarta Selatan
Selain area pemukiman, genangan juga menghambat arus lalu lintas di dua titik vital di Jakarta Selatan. Ketinggian air di jalan raya ini berkisar antara 30 hingga 70 cm.
Dua ruas jalan yang terdampak adalah:
- Jl. Swadarma, Kelurahan Ulujami, Jakarta Selatan.
- Jl. Ciledug Raya (Seskoal), Kelurahan Cipulir, Jakarta Selatan.
Saat ini, petugas gabungan tengah berada di lokasi untuk mempercepat proses penyurutan agar aktivitas warga kembali normal.
BPBD DKI Jakarta memastikan koordinasi lintas dinas telah berjalan untuk menangani dampak cuaca ekstrem ini. Personel dari Dinas SDA, Bina Marga, hingga Gulkarmat dikerahkan ke lokasi terdampak.
"BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas. Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat," jelas Mohamad Yohan.
Warga diminta tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang mungkin terjadi di malam hari. BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan.
"Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop," tambahnya.